
Kotawaringin News, Lamandau – Selasa (8/3/2022) Pemerintah Kabupaten Lamandau menggelar rapat dalam rangka memfasilitasi dan memediasi berdasarkan permohonan mediasi PT. PLN terkait pembebasan lahan pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) jalur Nanga Bulik.
Rapat yang dipimpin oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ir. Ray Paskan tersebut dihadiri Kepala Bagian Ekonomi , Danramil Bulik, Bhabinsa , Kasubag Perencanaan Kecamatan Bulik, Kepala Desa dan Warga Desa Kujan serta perwakilan dari PT. PLN Persero.
Dalam rapat bersama tersebut membahas terkait pembayaran Kompensasi ganti rugi tanah, tanam tumbuh dan bangunan yang dilalui jalur SUTT Jalur Nanga Bulik–yang akan dibangun oleh pihak PT. PLN Persero.
Pembangunan SUTT tersebut merupakan upaya dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas untuk pemerataan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan di kabupaten Lamandau sebagaimana yang diucapkan bupati lamandau beberapa waktu lalu saat melakukan peletakaan batu pertama pembangunan jembatan Desa Guci dan Desa sungai Mentawa.
“Selain pembangunan kedua jembatan ini, Pemkab Lamandau juga sedang bekerja sama dengan PLN untuk dapat mengaliri listrik di desa-desa di Lamandau. Mari kita bersama-sama mendukung pembangunan ini. Karena ini merupakan cerminan dari visi dan misi Lamandau Juara,” ucap Bupati, H. Hendra Lesmana beberapa waktu lalu.
Pada mediasi tersebut perwakilan PT. PLN persero mengatakan bahwa proyek SUTT Jalur Nanga Bulik merupakan proyek strategis nasional yang harus segera diselesaikan dan pihaknya akan mengakomodir perubahan kategori jenis sesuai dengan kondisi aktual dilapangan sehingga nilai kompensasi sesuai kesepakatan. (S/K2)










