
Rangga Lesmana dan Muhammad Asary saat berbincang dengan salah satu pelaku umkm
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun telah mengguncang berbagai sektor kehidupan manusia, tidak terkecuali dalam sektor ekonomi, Minggu (4/4/2021).
Pelaku usaha baik sektor pemerintahan maupun swasta tidak lepas terkena imbas dari pandemi ini. Salah satu sektor ekonomi yang terdampak Covid-19 ini yaitu sektor UMKM.
Banyak pelaku usaha UMKM yang akhirnya harus gulung tikar dan merumahkan karyawannya, namun sebagian UMKM tetap bertahan dan memutar otak mencari strategi dalam ketidakpastian pandemi Covid-19 ini.
Salah satu pelaku UMKM terdampak Covid-19 ini adalah perajin kerajinan di seluruh Indonesia tidak terkecuali di Kotawaringin Barat. Kesulitan pemenuhan bahan baku, produksi dan distribusi yang terhambat
Penurunan permintaan yang menyebabkan penjualan dan adanya penurunan penjualan yang mengancam keberlanjutan UMKM.
Hal-hal ini membuat UMKM khususnya para perajin kerajinan harus mencari cara lain agar tetap bertahan.
Pusat Oleh-oleh dan Souvenir “Teringin”
Akan menjadi wadah pemasaran Gratis bagi UMKM pengrajin Oleh-oleh dan Souvenir khas Kotawaringin Barat.
Pusat Oleh-oleh dan Souvernir “Teringin” ini akan memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk-produk nya, kata Rangga Lesmana yang juga Sekretaris Camat Arut Selatan ini.
Menurut Rangga spesial nya lagi akan ada “Ilat Sapi” kekinian yang kualitas, rasa dan Branding nya gak kalah dengan Oleh Oleh dari Kota lain, dan ini yang harus kita angkat dengan produk UMKM lainya, ucapnya.
Pusat Oleh-oleh “Teringin” ini yang nantinya akan menaungi para perajin kerajinan seluruh Kobar terus mengadakan berbagai kegiatan baik secara offline dan online untuk terus membantu UMKM kerajinan agar tetap bertahan dalam pandemi, terang Rangga Lesmana.
Pusat Oleh-oleh Teringin ini dapat memberi inspirasi bagi para perajin dalam masa krisis ini serta menjadi wadah untuk memperluas jaringan untuk pemasaran produk kerajinan di Kobar.
Sedangkan Muhammad Asary dalam kesempatannya menjelaskan tentang kondisi perekonomian global saat ini dan kebijakan pemerintah khususnya dalam Program Pemulihan Nasional bagi UMKM di Masa Krisis Covid-19.
“UMKM, khususnya para perajin kerajinan saat ini harus berinovasi dan memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produknya secara digital baik melalui e-commerce platform maupun media social sehingga dapat memperluas pasar”, tutur Asary.
Di waktu mendatang dan diharapkan lebih banyak lagi para perajin UMKM yang berpartisipasi dan termotivasi untuk terus berkarya menghadapi tantangan pandemi Covid-19, imbuh Asary. (Yusbob)







