
jenazah napi yang meninggal lantaran menderita sakit diantar menggunakan pikap menuju rumah duka di Kecamatan Kumai, Sabtu, 16 Januari 2021 sekitar pukul 08.00 WIB.
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Jenazah napi Lapas Pangkalan Bun asal Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat di antar Petugas Lapas pakai pickup. Hal ini disebabkan Lapas Kelas llB Pangkalan Bun tidak memiliki angkutan Ambulans.
Lapas Pangkalan Bun membawa jenazah menggunakan mobil pickup karena pengajuan peminjaman mobil Ambulans di Dinas Kesehatan Kobar belum direalisasi, terpaksa Petugas Lapas menggunakan mobil pickup.
Ketiadaan ambulans, jenazah napi terpaksa diantar pakai pickup, jenazah napi yang meninggal lantaran menderita sakit diantar menggunakan pikap menuju rumah duka di Kecamatan Kumai, Sabtu, 16 Januari 2021 sekitar pukul 08.00 WIB.
Terkait hal ini, Kalapas Pangkalan Bun Mukhtar melalui Kepala Seksi Bimbingan narapidana/anak didik dan kegiatan kerja (Binadik dan Giatja) Lapas Kelas II B Pangkalan Bun Peni Hadi mengatakan pihaknya sebenarnya sudah sejak beberapa waktu lalu berkoordinasi dengan Dinkes Kobar terkait bantuan operasional ambulans untuk mengantisipasi kondisi darurat seperti ini.
Lanjut Peni, terakhir kami berkoordinasi dengan Dinkes agar kami bisa dipinjamkan ambulans untuk keperluan darurat sekitar tanggal 13 Januari 2021 lalu. Namun saat ini masih belum juga terealisasi.
Menurut Peni, pentingnya ambulans ini sangat terasa saat ada napi yang sakit atau meninggal seperti hari ini.
Dengan pertimbangan agar jenazah almarhum bisa segera tiba di rumah duka, maka dengan berat hati terpaksa menggunakan mobil pikap milik salah seorang staf Lapas, kata Peni Hadi.
dia mengakui kondisi tersebut memang terkesan tidak layak, namun terpaksa dilakukan agar jenazah bisa segera diantarkan ke rumah duka, teeang Peni Hadi.
“Kami sangat berharap adanya ambulans pinjam pakai yang bisa digunakan setiap waktu.sekadar diketahui, di Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun hingga saat ini masih belum memiliki fasilitas tersebut. Padahal, keberadaan ambulans juga sanat penting untuk membawa napi yamg sakit, khususnya dengan penyakit menular seperti TBC dan lainnya,” jelas Peni Hadi.
Peni Hadi berharap, agar pihak terkait bisa segera merespon agar Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun bisa dipinjamkan ambulans untuk keperluan darurat, tidak perlu baru, yang penting masih bisa jalan dan fungsinya bisa dimanfaatkan,” pungkas Peni Hadi. (yusbob)







