
Wakil Bupati Ahmadi Riansyah mengatakan, bahwa di tahun 2020 sesuai kesepakatan kita desa-desa di wilayah Kumai seberang seperti desa Sungai Bedaun desa Trans Kumai Seberang dan harapannya hingga desa Sekonyer sudah teraliri listrik.
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) dalam hal ini Wakil Bupati Ahmadi Riansyah, sesuai arahan Bupati Hj. Nurhidayah pada rapat evaluasi pelaksanaan CSR Konsorsium tahap lV dan rencana Konsorsium tahap V rencana jaringan listrik, sebagai upaya peningkatan layanan kelistrikan bagi masyarakat, Kamis (25/3/2021).
Seperti diketahui saat ini ada beberapa desa di wilayah Kobar yang masih belum teraliri listrik dari PLN. Melalui pertemuan dengan beberapa perusahaan ini Pemkab Kobar berupaya untuk bersinergi dengan PLN sebagai penyedia layanan listrik dan menargetkan di akhir tahun 2022 semua desa di wilayah Kobar telah teraliri listrik.
Wakil Bupati Ahmadi Riansyah mengatakan, bahwa di tahun 2020 sesuai kesepakatan kita desa-desa di wilayah Kumai seberang seperti desa Sungai Bedaun desa Trans Kumai Seberang dan harapannya hingga desa Sekonyer sudah teraliri listrik.
Berikutnya Pemkab Kobar juga menargetkan untuk melanjutkan pemasangan jaringan listrik di wilayah Arut Utara khususnya Desa Gandis, Sikorami hingga ke Penyombaan, Kerabu, Sambi hingga ke Sungai Dau.
“Beberapa desa lain seperti Makarti Jaya dan di wilayah Kotawaringin Lama seperti Kondang, termasuk di Kecamatan Arut Selatan ada desa Rangda, kita juga terus komunikasi dengan PLN untuk dilakukan pemasangan jaringan listrik,” lanjut Ahmadi usai rapat Konsorsium dengan Perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kobar.
Adapun lampu penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi perhatian Pemkab Kobar. Terkait hal itu, Wakil Bupati didampingi Kadis PUPR Kobar Juni Gultom, menyatakan bahwa ini sudah disepakati bersama bahwa pihak perusahaan pada prinsipnya siap untuk membuka lebaran Jalan, disesuaikan dengan kebutuhan PLN
Lanjut Ahmadi bahwa di tahun 2020 sempat tertunda akibat Pandemi Covid-19, maka di tahun 2021 ini sudah dianggarkan kembali, karena saya menghadap langsung dengan perwakilan PLN wilayah Kalimantan Tengah.
Bahwa menurutnya hal ini sudah disampaikan bahwa seandainya pada tahun 2021 ini hanya dapat 1 proyek pemasangan jaringan listrik di Kalimantan Tengah, maka yang menjadi prioritas adalah ruas jaringan listrik yang ada di wilayah Kobar, kata Ahmadi Riansyah.
Namun, menurut Ahmadi ada beberapa persyaratan yang diminta PLN salah satunya adalah PLN tidak lagi minta di dipangkas beberapa pohon sawit perusahaan kan tetapi di tumbangkan.
“Karena jaringan listrik ini informasi cukup tinggi tegangannya, kemudian juga tidak ingin menambah biaya perawatan, maksudnya apabila dipangkas dikhawatirkan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pihak PLN.”
Sehingga keinginan besar masyarakat kita, khususnya Pemerintah Daerah ini betul-betul bisa terealisasi dan masyarakat desa bisa menikmati jaringan listrik, Pungkas Ahmadi Riansyah. (yusbob)







