
Kotawaringin News, Lamandau – Kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lamandau mendapat perhatian serius. Selain menyalurkan bantuan berupa bahan makanan pokok bagi warga yang rumahnya terendam air, Pemkab setempat telah membangun dapur umum.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Lamandau, Joni Hardi menjelaskan, banjir yang melanda di 7 Kecamatan yang ada di Kabupaten Lamandau menyebabkan 3.568 rumah dan 94 fasiltas umum terendam banjir.
“Sebanyak 11.463 jiwa terdampak banjir dan 296 jiwa harus mengungsi,” ungkap Joni saat dikonfirmasi pada Senin, 24 Oktober 2022.
Untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi, lanjut Joni, pihaknya telah menyipkan dapur umum. Diantaranya di Gedung Serba Guna Sembaga Mas, Posko Gang Asti, Musala RT 12 B dan di sejumlah titik tenda pengungsian warga.
“Sebenarnya banjir yang terjadi saat ini kali kedua. Banjir pertama sudah surut,” ujarnya.
Sebab itu, sebut dia, hingga saat ini sudah ada ratusan warga terdampak banjir yang diungsikan ke posko penampungan sementara, karena banjir sudah berpindah dari hulu ke hilir atau ke arah Kota Nanga Bulik.
“Kami sudah siapkan tempat penampungan dan mendirikan dapur umum untuk makanan korban banjir,” ujarnya.
Sementara, untuk bantuan berupa bahan makanan pokok dan obat-obatan terus disalurkan kepada warga yang terdampak banjir. Selain dari pemerintah, bantuan juga datang dari pihak swasta.
Meski demikian, imbuh dia, pihaknya masih terus melakukan validasi data. Pihaknya tidak ingin ada warga terdampak banjir yang luput dari bantuan. Pun demikian yang ter-double bantuan.
“Kami terus mendata dan menampung warga yang terdampak banjir dan memberikan bantuan,” pungkasnya.(BH)










