
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Sejarah merupakan peristiwa yang telah terjadi dimasa lampau. Meskipun begitu, mengingat sejarah adalah hal yang penting.
Tidak hanya untuk mengenang jasa para Raja maupun Pahlawan kita, mempelajari sejarah dapat menjadi refleksi agar kita tidak melakukan kesalahan.
Selain melalui buku sejarah atau catatan arsip, kita juga dapat mengulik-ngulik peristiwa terdahulu lewat sebuah karya sastra.
Meskipun novel sejarah kebanyakan mengambil kisah fiksi dan sering diperdebatkan kronologisnya.
Hal ini disampaikan oleh Jubir Sultan Kutaringin ke 15 Gusti Achmad Noor Selamat, saat ditemui di Kopi Neya di Jalan Ahmad Wongso, Kecamatan Arut Selatan, pada Senin (18/10/2021), malam.
Gusti Achmad Noor Selamat, menuturkan bahwa apa yang dilakukan oleh mahasiswa Untama tentang keinginan tahuan sejarah berdirinya Kalimantan Tengah umumnya Kotawaringin Barat diawali dari Kesultanan Banjar sampai dengan Kesultanan Kutaringin, sangat menginspirasi.
Kegiatan dikedai Kopi Neya ini awal muasal dari generasi muda ini untuk memberikan pendidikan sejarah Kutaringin, dengan cara santai namun lebih mengena.
Artinya kegiatan dari Mahasiswa Untama ini untuk sedikit mengetahui sejarah Kesultanan Kutaringin, kami dari keluarga Kesultanan sangat mengapresiasi keinginan kuat dari para mahasiswa ini.
Gusti Achmad Noor Selamat, juga merasa terharu melihat antusiasme mahasiswa Untama ini, terus terang kami support kepada generasi muda yang mana sangat peduli dan kepingin mengetahui sejarah Kesultanan Kutaringin.
Gusti Achmad Noor Selamat pun mengakui bahwa sejarah tentang Kesultanan maupun tentang asal muasal Kabupaten Kotawaringin Barat belum pernah masuk dalam pendidikan kita.
Dirinya berharap kepada generasi muda untuk belajar tentang sejarah, agar bisa mencintai bangsa dan tanah leluhur kita, pungkasnya. (Yusbob)









