
Ahmadi Riansyah yang juga Wakil Bupati Kotawaringin Barat resmi dilantik menjadi pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), sampai dengan masa jabatan 2021, Minggu (28/2/2021).
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Ahmadi Riansyah yang juga Wakil Bupati Kotawaringin Barat resmi dilantik menjadi pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), sampai dengan masa jabatan 2021, Minggu (28/2/2021).
Ditunjuknya Ahmadi Riansyah sebagai Plt Ketua DAD Kobar, disampaikan langsung oleh Ketua DAD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, dengan disaksikan para tokoh adat dayak, di Huma Betang, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan.
Plt Ketua DAD Kobar Ahmadi Riansyah menyampaikan, banyak terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya menjadi Plt Ketua DAD Kobar. Untuk itu, dalam menjaga harkat dan martabat warga dayak, diperlukan sinergitas yang kuat antar tokoh adat, ucapnya.
Ahmadi mengungkapkan, ada sejumlah agenda penting yang akan dilaksanakan, diantaranya merapikan struktur, kedua dalam rangka persiapan untuk menghadapi Musda tahun 2021 ini. Serta bersama – sama akan merumuskan program kerja ke depan.
“Saya mengajak semua struktur di dalam lembaga – lembaga adat yang ada dan masyarakat adat, tokoh adat, damang, kemudian mantir adat, Batamad dan seluruh komponen lembaga adat dayak yang ada di Kobar, untuk terus bersinergi menjaga dan meningkatkan marwah adat dayak,” kata Ahmadi.
“Marwah, harkat dan martabat DAD Kobar ini harus betul-betul terangkat, karena dengan kehadiran DAD ini kita mampu memfasilitasi saudara-saudara kita masyarakat dayak, untuk bisa sejajar hak dan kewajibannya dengan masyarakat yang lain,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DAD Kobar Ahmadi Riansyah menyampaikan, jika Pemimpin DAD Kobar yang sebelumnya dengan masa jabatan sampai akhir 2021 ini telah meninggal dunia. Sehingga menyikapi hal itu, maka segera ditunjuk Plt demi keberlangsungan dan tetap berjalannya lembaga ini.
Dengan ditunjuknya dirinya menjadi Plt Ketua DAD Kobar, diharapkan dapat tetap menjaga harkat dan martabat orang dayak. Sehingga, adat dan budaya dayak ini tetap lestari meski di tengah derasnya arus globalisasi.
“Masyarakat perlu memahami, bahwa DAD bukanlah organisasi masyarakat (ormas), tetapi sebagai DAD adalah lembaga. Sehingga hal ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas,” pungkasnya. (yusbob)







