
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Kurang lebih dua bulan sudah sepak bola open turnamen Bupati Cup Kotawaringin Barat kembali aktif pasca-Pandemi Covid-19.
Saat ini cabang olahraga paling populer di belahan dunia tersebut sedang memasuki 16 besar yang rencananya akan dilangsungkan di 8 besar di Stadion Sport Center Kelurahan Madurejo Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat.
Bagi mantan Anggota DPR RI yang pernah menjabat sebagai Manajer Kalteng Putra di Liga 1, Rahmat Nasution Hamka, sekarang sebenarnya tuntutan sepak bola Kalimantan Tengah (Kalteng) Khususnya Kotawaringin Barat (Kobar) adalah menciptakan pemain untuk masa depan.
Namun untuk selanjutnya, sepak bola Kalteng terkhusus Kobar perlu memikirkan cara untuk melahirkan bibit-bibit berkualitas usia muda.
Karena pemain-pemain yang bagus tidak didapat begitu saja, semua harus dengan development (pengembangan), youth development (pengembangan usia muda). Itu kalau kita bicara pembinaan usia muda,” kata Rahmat Hamka saat diwawancarai usai menonton turnamen sepakbola Bupati Cup.
“Kita harus berhasil di pembinaan usia muda ke depannya,” ucap Rahmat Hamka, Rabu, (16/2/2022), sore.
“Tapi bukan hanya soal pembinaan usia muda. Siapa yang membina usia muda itu bisa jadi berkualitas? Harus ada pelatih. Jadi sebenarnya untuk bisa berhasil dan berprestasi,” ucapnya.
Pengembangan usia muda dan edukasi pelatih menurutnya adalah dua hal yang membuat latihan sepak bola menjadi berkualitas.
Dengan demikian, ia melanjutkan, kemampuan pemain sepak bola dapat keluar secara optimal di dalam lapangan. Hal itu pula yang harus dilakukan PSSI Kalteng maupun PSSI Kabupaten yang lainnya.
Harapan kita, agendakan kegiatan-kegiatan turnamen maupun Kompetisi kelompok usia.
“Federasi kan ujungnya berperan pada edukasi sepak bola. Federasi harus membuat pelatih-pelatih menjalankan kurikulum pelatihan yang dibuat federasi itu sendiri,” ungkapnya.
“Maka dari itu, kita mesti tahu dulu mau ke mana sepak bola Kalteng? Level kita di mana? Provinsi? Liga 1, liga 2 atau liga 3? Lupakan dulu ego masing-masing ayo kita bangun sepak bola kita lebih maju lagi, untuk bisa bersaing di tingkat Nasional,” tutur mantan Anggota DPR RI ini.
“Buatlah kurikulum untuk bisa sampai ke tingkat Nasional. Dahulu sepak bola dari kaki ke otak, sekarang dari otak ke kaki. Itu yang dilakukan di negara maju,” tutur dia, menambahkan. (Yusbob)







