Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Pasangan suami istri berinisial IKS (27) dan ES (27), warga Kelurahan Kumai Hulu, Kecamatan Kumai, ditangkap Satreskrim Polres Kotawaringin Barat karena diduga menjadi otak pungutan liar Vaksinasi Covid-19, Sabtu (8/1/2022).
IKS dan ES pemilik travel perjalanan darat dan kapal laut di Kumai, bersama B (52) orang tua dari IKS yang juga mertua dan AR yang juga warga Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan ikut diamankan.
Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah mengatakan, IKC dan ES ini ada suami istri otak dari kejahatan dengan memungut biaya Vaksin Covid-19 sebagai syarat perjalanan.
Saat ditanya Kapolres, ES mengaku bahwa apa yang dilakukan adalah melanggar hukum, namun dirinya mengaku tidak tahu bahwa istrinya sebagai otaknya.
Namun, saat Kapolres AKBP Devy Firmansyah menanyakan kepada IKC istri ES ini, justru sebaliknya perbuatan ini sudah direncanakan berdua dan suami saya mengetahui makanya kita jalani bersama.
Diketahui ES ini juga pernah berurusan dengan Kepolisian, saat itu memalsukan surat-surat pelayaran pada tahun 2018, silam, kata Kapolres.
Dalam Press rilis, Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah, menjelaskan bahwa kejadian tersebut awal mulanya saat ada empat masyarakat yang ingin pulang kampung dengan menggunakan kapal laut dan membeli tiket di agen milik pelaku ES dan menjelaskan bahwa mereka belum mendapatkan vaksin.
“Tersangka menawarkan kepada calon penumpang kapal yang datang untuk melakukan vaksin dengan membayar sejumlah uang sebesar Rp. 300 ribu per-orang dan membawa korbannya untuk melaksanakan vaksin di Gerai Vaksin Presisi Polres Kobar”.
Lanjut Kapolres, kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh petugas screening Polres Kobar bahwa ada masyarakat selaku pemohon vaksin yang mengaku dipungut biaya sebesar Rp. 300 ribu apabila ingin vaksin di Polres Kobar.
Mengetahui hal tersebut, perwira pengendali vaksinasi kemudian mengamankan dua orang pelaku B dan AR di gerai vaksin. Sementara dua lainnya yakni IKC dan ES suami istri ini diamankan di Kecamatan Kumai, terang AKBP Devy Firmansyah.
“Untuk barang bukti yang berhasil kami amankan berupa satu lembar kwitansi tanda terima uang tiket kapal laut tujuan Timur Kupang, satu buah handphone atau gawai merk Oppo type CPH2217, satu buah gawai merk Xiomi Redmi 7A, satu buah gawai merk Oppo, uang tunai Rp 3,7 juta dan satu lembar kertas rincian biaya,” ucap Devy.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kobar menyampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa vaksin itu gratis dan apabila menemukan vaksin berbayar agar segera melaporkan kepada pihak Kepolisian.
Atas perbuatannya, keempat pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUH Pidana dan atau 310 KUH Pidana tentang penipuan dan atau pencemaran nama baik dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 4 Tahun dan 9 Bulan. (Yusbob).