
Perguruan pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Kota Madiun menggelar Parapatan Luhur 2021 (Rapat besar nasional) Sabtu (13/3/2021). Kali ini Parapatan Luhur 2021 ini digelar virtual di salah satu hotel di Pangkalan Bun.
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Perguruan pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Kota Madiun menggelar Parapatan Luhur 2021 (Rapat besar nasional) Sabtu (13/3/2021). Kali ini Parapatan Luhur 2021 ini digelar virtual di salah satu hotel di Pangkalan Bun.
“Acara berlangsung secara virtual serentak dari PSHT Pusat Madiun. Dan bisa diikuti serentak semua cabang se-Indonesia ,” jelas Koordinator Wilayah, Suprapto saat dikonfirmasi, Sabtu (13/3/2021).
Parapatan Luhur ini digelar setiap lima tahun sekali untuk memilih ketua Pusat dan menetapkan dewan pusat organisasi. Acara Parapatan Luhur ini sedianya digelar di pusat Madiun lantaran pandemi Covid 19, akhirnya digelar secara virtual di masing-masing wilayah.
“Jadi acaranya dibatasi untuk yang di wilayah Jawa Timur dilaksanakan secara langsung, sementara yang di luar Jawa Timur digelar virtual berdasarkan wilayah, seperti kita di Kalteng digelar di Pangkalan Bun Kabupaten Kobar, yang diikuti 10 cabang yang ada di 10 Kabupaten di Kalteng,” Kata Suprapto.
Dalam Parapatan Luhur ini dibagi dua komisi yang satu membahas masalah AD/ART sementara satunya membahas masalah organisasi.
Meskipun digelar secara virtual pihaknya memastikan tetap menjaga protokol kesehatan, dengan memakai masker, menjaga jarak dan protokol kesehatan lainnya.
“Semoga melalui Parapatan Luhur ini bisa menelurkan hal-hal baik demi kebaikan organisasi dan harapannya berdampak terhadap daerah, dan Indonesia Pada umumnya,”tutur Prapto.
Sementara itu, Ketua Cabang PSHT, Pangkalan Bun, Rudolf Dita mengatakan selaku tuan rumah dalam Parapatan Luhur virtual ini mengapresiasi karena 10 cabang di Kalteng hadir semua.
“PSHT adalah organisasi yang melestarikan budaya pencak silat Indonesia yang dn mencetak manusia berbudi luhur tahu benar dan salah”, ucap Rudolf.
Rudolf mengajak kepada seluruh anggota PSHT, agar selalu menjaga nama baik dan tetap menjunjung tinggi adat istiadat daerah masing-masing.
“Mari kita menjadi insan yang berbudi luhur, apa yang diajarkan dalam organisasi harapan kita bisa membawa dampak baik bagi kehidupan bermasyarakat,” kata Rudolf.
Warga PSHT harus bisa beradaptasi menyatu dengan masyarakat bersama-sama membangun daerah, pungkasnya. (yusbob)







