Press Release Perkara Nur Fitri Pasangan Nikah Sirinya ditetapkan sebagai Tersangka

banner 468x60

Kotawaringin News, Polda Kalimantan Tengah – Polres Kotawaringin Timur – Dalam Penyidikan Perkara Penemuan Mayat atas nama Nurfitri akhirnya Pasangan Nikah Sirinya ditetapkan sebagai Tersangka, dalam kegiatan Press Release di Mapolres Kotim, Jalan Jenderal Soedirman km.0, Kelurahan Mentawa Baru hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. (14/10/2020).

Dalam penanganan Perkara Penemuan Mayat wanita muda di Jalan Pramuka km.3 (14/10/2017) yang diketahui identitasnya saat itu bernama Nurfitri, setelah sekian lama melalui serangkaian proses penyidikan, pengumpulan Bukti, Petunjuk dan beberapa kali Gelar Perkara, akhirnya pasangan nikah siri Korban dengan inisial BHT alias ACN yang pada malam kejadian adalah merupakan orang terakhir bersama-sama dengan Korban, ditetapkan sebagai Tersangka.

banner 336x280

Dari kronologi kejadian tersebut berawal pada malam kejadian (13/10/2017) Korban dijemput oleh BHT alias AC untuk pergi ke tempat hiburan dan pulang hingga dini hari, berdasarkan keterangan saksi-saksi terakhir korban memang pulang bersama-sama dengan BHT alias ACN sama dengan keterangan BHT alias ACN bahwa memang terakhir kali memang bersamanya, sampai pada pagi harinya Korban Nurfitri ditemukan masyarakat sudah tergeletak meninggal dunia di tepi jalan Pramuka (14/10/2017) pagi dengan beberapa luka yang salah satunya diduga akibat penganiayaan menggunakan benda tumpul.
Dari keterangan pemeriksaan BHT alias ACN selalu berubah-ubah, yang awalnya mengatakan bahwa Korban lompat dari Mobil yang bertolak belakang dengan keadaan TKP Korban seperti sengaja diletakkan dengan posisi rapi dengan barang-barang pribadi masih lengkap, namun peda pemeriksaan berikutnya BHT alias ACN dalam pemeriksaan merubah keterangannya, dengan mengatakan bahwa Korban ditengah perjalanan minta di turunkan di Jalan Pemuda tersebut.

Dalam Keterangan Press Releasenya Kapolres Kotawaringin Timur Akbp. Abdoel Harris Jakin, S.I.K, M.Si, menerangan bahwa dalam penetapan BHT alias ACN telah melalaui serangkaian pengumpulan Bukti yang mengacu pada Pasal 184 KUHAP yakni Alat Bukti yang Sah, antara lain adalah keterangan Saksi, Barang Bukti, Keterangan Ahli dan Petunjuk yang mendukung lainnya yang berkaitan.
Dalam penyidikannya telah diperiksa sekitar 24 Saksi, 1 Ahli Poligraph (Lie Detector) dan ahli Bedah Forensik.
Berdasarkan 4 alat Bukti tersebut Kami berkeyakinan dan menetapkan BHT alias ACN sebagai Tersangka, dan dijerat penerapan pasal 338 KUH Pidana yang diancam max.15 tahun Penjara subsider pasal 353 ayat (3) KUH Pidana diancam max. 9 Tahun Penjara subsider pasal 351 ayat (3) KUH Pidana diancam max 7 tahun Penjara, selanjutnya dalam persidangan nanti akan dihadirkan Ahli Lie Detector (Deteksi Kebohongan) untuk bisa menerangkan bagaimana prosesnya pemeriksaan, manakala saat diberikan pertanyaan yang relevan Tersangka BHT alias ACN bisa diketahui terindikasi kuat bahwa telah berbohong, “mengenai bagaimana hasil Penyidikan selanjutnya, akan kita tunggu bagaimana perkembangannya lebih lanjut “. Jelasnya. (ton-Dsd).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *