
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Warga yang biasa melintasi di Bundaran Pramuka menuju Jalan Ahmad Wongso Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat kini bisa bernapas lega. Pasalnya, pohon mahoni besar yang sempat membuat warga takut lewat jalan itu kini telah ditebang.
Pohon mahoni besar yang sempat membuat warga takut tersebut ditebang oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis (02/12/2021), pagi.
Sebelum ditebang, pohon tersebut kondisinya mengkhawatirkan karena sudah tua dan nyaris tumbang ke badan jalan.
Bukan hal mudah menebang pohon mahoni tua tersebut. Petugas membutuhkan waktu selama tiga jam saat menebang pohon tersebut, kata Sayit Abdul Badawi petugas BPBD Kobar, saat dilokasi.
Sayit Abdul Badawi mengatakan, pihaknya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menebang pohon tersebut karena usia pohon tersebut sudah tua sehingga kayunya menjadi keras.
“Pohonnya keras. Petugas membutuhkan waktu, yang ditakutkan mesin penebangnya bermasalah,” kata Sayit Abdul Badawi.
Dirinya menyebut, penebangan pun dilakuan hasil koordinasi dengan warga. Penebangan oleh tim BPBD dan menggunakan beberapa alat seperti gergaji senso, golok, tambang, tangga, dan body safety.
Tak hanya pohon tersebut, ia juga mengungkapkan ada beberapa pohon lain yang dinilai rawan tumbang karena sudah tua dimakan usia di sepanjang ruas jalan. Namun, dirinya belum bisa memastikan jumlah pohon yang dianggap membahayakan ini.
“Jumlah pastinya harus dicek dulu,” ungkap dia.
Berdasarkan laporan yang diterima, pohon mahoni sudah tua dikhawatirkan tumbang. Warga setempat pun minta pohon itu ditebang,” katanya.
“Tapi kapasitas kami hanya membantu mengantisipasi terjadinya kerawanan yang membahayakan jiwa. Penanganan lebih lanjut harus instansi terkait.”
Ia meminta dinas terkait, bisa lebih proaktif dalam menjalankan amanah regulasi berupa pengawasan pohon pelindung di sepanjang jalan.
“Salah satunya dengan peremajaan dan pemangkasan atau penebangan pohon yang dianggap tua dan membahayakan,” ujar dia.
Suhendi, seorang warga sekitar meminta pihak yang berwenang untuk segera mengambil tindakan sebelum pohon tersebut memakan korban.
“Iya takut. Sudah lama pohon tua itu mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditebang atau dipangkas, kami takut melintas ke sini,” kata Suhendi. (Yusbob)









