
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Berawal dari rasa ingin tahu yang tinggi akan kopi, Gusti Abdullah Zaid Nur (Owner kopi Neya) membuat sebuah tongkrongan bernama kopi Neya, bukan sekedar menikmati secangkir kopi, Kopi Neya juga membahas mengenai sejarah Kotaringin hingga review kopi.
Seringkali berkunjung ke satu tempat kopi hingga ke tempat lainnya, membuat Gusti Abdullah Zaid Nur mengenal berbagai rasa kopi yang berbeda.
Pria ini tampak penuh semangat ketika berbicara soal kopi, pengetahuan akan dunia perkopian sudah dipahaminya, di kedai kopi Neya ini bukan cuma sekedar ngopi namun bisa mengulik sekelumit tentang sejarah Kutarangin.
Asal muasal diberi nama Kopi Neya, berawal dari seringnya Gusti Abdullah Zaid Nur memerankan sebagai Neya-neya (orang yang di tuakan) di beberapa Instagram nya.
Kemudian muncul inisiatif karakter Neya ini di dalam brand Kopi, artinya Neya ini orang yang dituakan kedalam kedai ini bisa menjadi contoh bagi generasi muda.
Kalau berbicara konsep, Kopi Neya ini konsepnya Budaya, ada juga sejarahnya, tujuanya apabila ada pelanggan yang datang bukan cuma ngopi, akan tetapi bisa belajar melihat sejarah, kata Gusti Abdullah Zaid Nur, saat dibincangi pada, Rabu (20/10) malam.
Terkait tentang konsep ataupun ide hasil dari diskusi dengan beberapa kawan-kawan, salah satunya dengan Bang Ramlan.
Sementara itu menurut Ramlan, masalah konsep Kopi Neya, karena Neya itu orang yang dituakan sebutan ini khas orang-orang Kotawaringin Barat, makanya harus kita angkat budaya dan sejarah Kutarangin lewat obrolan santai ngopi sambil bahas sejarah dan budayanya.
Inilah kelebihannya, contoh kita punya Kesultanan Kutaringin, sejarah panjang Kutarangin ini hanya tersematkan di tiga warisan, warisan peninggalan sejarah inilah yang harus diketahui oleh generasi muda lewat ngopi santai.
Makanya kita angkat gaya adat budaya sini terlebih apa saja yang dilakukan oleh Kesultanan Kutaringin, nah ini yang harus diketahui oleh generasi muda sekarang, kata Ramlan.
Konsep Kopi Neya ini bukan hanya menyuguhkan hidangan kopi, tetapi lanjut Ramlan para generasi muda ini juga bisa belajar akan sejarah Kutarangin, artinya sambil ngopi bisa melakukan tanya jawab perjalanan sejarah Kutarangin yang kita cintai ini, tandasnya. (Yusbob)









