
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Lanal Banjarmasin dan Tim Alpha Satgas Operasi Intel Mandau L. 22, melaksanakan Pers Release terkait Penindakan Penggagalan Upaya Pengiriman Ilegal Satwa yang di lindungi, Sabtu 22 Oktober 2022, di Pos TNI AL Kumai.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko, yang di hadiri Langsung oleh PJ Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Anang Dirjo, Danlanud Iskandar Pangkalan Bun Letkol Nav Rudy Kurniawan, BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah, KSOP Kumai, serta tamu undangan lainnya.
Lanal Banjarmasin dan Tim Alpha Satgas Operasi Intel Mandau L. 22, Pada Sabtu 22 Oktober 2022, sekitar pukul 07.00 wib, berhasil mengamankan beberapa jenis satwa yang di lindungi, yang diduga ilegal di atas kapal MV. Vision Global.
“Jadi kapal tersebut pada saat itu berada di perairan tepatnya di perairan Kumai pada koordinat 02°58’015″ LS – 111°23’024″BT, yang mana tujuan dari kapal tersebut yaitu Pelabuhan Bade Kab. Mappi Papua dengan tujuan Probolinggo, dan pada saat itu memang ingin singgah diperairan muara Pangkalan Bun yang akan melaksanakan bongkar muat,” jelas Kolonel Laut (P) Herbiyantoko.
Lanjutnya, dari pengamanan kegiatan tersebut pihak Lanal Banjarmasin dan Tim Alpha Satgas Operasi Intel Mandau L. 22, mengamankan barang bukti yaitu Burung kakak tua hitam 7 ekor, Kakak tua putih 23 ekor, dara hutan 1 ekor, cucak emas 1 ekor, Nuri kepala Hitam 36 ekor, begok 3 ekor, jagal Papua 1 ekor, pleci 1 ekor, branjangan 1 ekor, kasuari 2 ekor, kura kura 12 ekor, dan ular hijau 1 ekor, dengan total jumlah 89 ekor satwa di lindungi, dan tanduk rusa.
Dalam kegiatan ilegal ini pihaknya juga mengamankan 6 anak buah kapal (ABK) MV. Vision Global, di antaranya berinisial B (47) yang merupakan Oiler, H (22) Masinis, M (30) masinis, I (28) Oiler, AM (21) Klasi, dan B (20) juru mudi.
Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko menjelaskan, bahwa pihaknya Menindaklanjuti informasi intelijen Lanal Banjarmasin tentang adanya pengiriman satwa dilindungi yaitu beberapa jenis burung dan kura-kura dari Papua yang diangkut kapal MV. Vision Global.
“Kami menindaklanjuti hasil laporan tersebut, dan tim sudah memonitor pergerakan AIS MV. Vision Global sejak tanggal 14 Oktober 2022 menuju Pangkalan Bun dan diperkirakan waktu datang tanggal 21 Oktober 2022 pukul 20.00 WIB,” jelasnya.
Lanjutnya, pada tanggal 21 Oktober 2022, tim nya bergerak dari Pos TNI AL Kumai menuju Sungai Arut untuk memonitor kedatangan atau titik di duga lego jangkar MV. Global Vision di perairan Teluk Kumai, selanjutnya pada pukul 22.30 wib, pihaknya melaksanakan pemantauan kapal speed yang akan merapat ke MV. Vision Global dan tidak ditemukan adanya kapal dan kegiatan di kapal MV. Vision Global.
“Tim kami pada tanggal 22 Oktober 2022, pukul 06.15 wib kembali melakukan pergerakan dari Sungai Arut menuju MV. Vision Global, tepat pada Pukul 06.45 WIB Patkamla sandar posisi lambung kiri dan naik ke atas MV. Vision Global dan tampak beberapa burung dilindungi berada di atas geladak buritan kapal,” jelasnya lagi
Pada pukul 07.00 Tim Alpha Satgas Operasi Intel Mandau L. 22, berkoordinasi dengan nahkoda dan melaksanakan pemeriksaan dokumen kapal dan pengecekan muatan satwa.
“Izin dari nahkoda, tim melaksanakan pemeriksaan ke ruangan-ruangan didampingi kru kapal dan ditemukan beberapa jenis satwa dilindungi di duga tanpa memiliki dokumen resmi, selanjutnya dibawa ke geladak buritan guna pendataan,” ucapnya.
Selanjutnya, Lanal Banjarmasin dan Tim Alpha Satgas Operasi Intel Mandau L. 22, menyerahkan dan di limpahkan barang bukti dan pelaku, ke BKSDA Provinsi Kalteng, guna proses hukum lebih lanjut.
Akibat ulahnya para pelaku di kenakan pasal 21 ayat 2 huruf (a) jo pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan ekosistemnya. Ancaman hukuman penjara maksimal 5 Tahun dan Denda 100.000.000 (seratus juta rupiah).
Tidak lupa juga dalam keberhasilan penggagalan pengiriman ilegal satwa di lindungi ini,Kolonel Laut (P) Herbiyantoko mengucapkan terimakasih dan juga apresiasi kepada unsur-unsur yang membantu, dalam tindakan mengamankan wilayah perairan dan memberikan kenyamanan terhadap masyarakat.
“Tidak menutup kemungkinan masih adanya giat ilegal lainnya yang belum terungkap, oleh karena itu kami kedepannya akan meningkatkan kegiatan patroli rutin di wilayah kerja Lanal Banjarmasin, dengan tujuan untuk menekan dan meminimalisir aktivitas kegiatan ilegal yang dilakukan oleh kapal-kapal yang melintas maupun berlabuh serta cegah dini dan deteksi dini terhadap tingkat kerawanan lainnya,” imbaunya.
Sementara itu, PJ Bupati Kabupaten Kobar Anang Dirjo juga mengucapkan banyak terimakasih atas kerjasama yang baik dengan TNI AL, dirinya berharap kegiatan ilegal seperti ini tidak terjadi kembali.
“Ini merupakan prestasi yang luar biasa. Semoga sinergitas ini tidak berhenti sampai disini saja, dan kedepan tetap kita lanjutkan dan tingkatkan sinergi agar tidak terjadi lagi kegiatan yang sama,” ucapnya. (Risa)







