
Pelaku Maling terekam cctv.(Istimewa)
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Aksi Pelaku pencurian ayam di Jalan Bhayangkara RT 15, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berhasil Terekam Cctv, pada Tanggal 13 April 2021.
Video berdurasi 1 menit yang diunggah, Pada Hari Kamis 15 April 2021, oleh akun Instagram Diasgunawannn yang merupakan anak dari pemilik ayam tersebut, itu memperlihatkan ada seorang pria yang sedang melakukan aksinya dengan memasukkan ayam curiannya ke dalam karung.
Menurut keterangan M. Zubaidi yang merupakan korban atau pemilik ayam tersebut menjelaskan, bahwa kemalingan ini terjadi pada awal bulan puasa, dimana sang pelaku tersebut di perkirakan melakukan aksinya pada saat dirinya sedang dalam kondisi sibuk, karena M. Zubaidi ini merupakan pedagang Pentol Bakso yang saat ini berjualan di depan rumahnya.
“Kejadian ini terjadi pada awal bulan puasa, sekitar pukul 20.00 wib atau pukul 21.00, dimana saat itu posisi saya di depan sedang berjualan, karena kan itu saya sedang sibuk sibuk nya, lagi rame rame nya pembeli, jadi saya tidak tau kondisi di belakang rumah bahwa ada kehadiran seorang yang saya tidak tau identitas nya, karena si pelaku ini melakukan aksinya di bawah jam 10 malam,” jelas M. Zubaidi, Jumat 16 April 2021, saat di wancarai di rumahnya.
Dirinya juga menjelaskan, pada saat itu istrinya sedang pergi ke dapur namun setelah sampai di dapur, istrinya merasa ada yang aneh karena tiba tiba saja melihat lampu yang di kandang ayam miliknya mati, kemudian sang istri memberitahukan itu kepada dirinya, setelah itu Zubaidi mengecek langsung ke kandang ayam nya, ternyata ayam miliknya sudah tidak ada di tempat, dan pada saat mengecek Cctv nya ternyata memang ada kehadiran seorang pria yang sedang mencuri ayam miliknya.
Zubaidi menambahkan, bahwa kemalingan ini tidak terjadi hanya sekali saja tetapi ini sudah kejadian yang ke 7 kali nya, dimana pertama kejadian nya pada awal tahun 2021, ayam yang di curi milik nya ini merupakan jenis ayam Bangkok dimana harga nya berkisar di atas 500 ribu rupiah ke atas persatu ekornya, dan untuk jumlah ayam yang hilang sekitar 25 ekor, untuk kerugian nya kurang lebih 20 juta rupiah. (Risa)







