
Kotawaringin News, Lamandau – Bupati Lamandau Hendra Lesmana menyebut platform merdeka mengajar yang diluncurkan pada awal tahun ini, sepenuhnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan guru akan ruang untuk belajar, berkarya dan berkolaborasi.
“Platform tersebut dibuat berdasarkan kebutuhan yang ada di lapangan, bukan berdasarkan keinginan kami. Ini adalah perubahan besar cara kerja pemerintah dalam melayani masyarakat,” ujar Bupati Hendra di Nanga Bulik, Selasa 29 November 2022.
Dalam platform merdeka mengajar, lanjut Hendra, guru bisa mengakses modul pembelajaran dengan gratis, mengunggah dan membagikan konten-konten praktik baik pembelajaran koneksi dengan rekan sesama guru dari daerah lain.
“Saya berterima kasih kepada lebih dari 1,6 juta pengguna platform merdeka mengajar, yakni para guru yang mau mencoba hal-hal baru, yang tidak untuk berinovasi, yang sadar dan paham bahwa sudah tiba waktunya untuk bertransformasi,” ujarnya
Lebih lanjut, kata Bupati, ide-ide brilian perlu didukung dengan kesejahteraan para guru. Untuk itulah, saat ini pihaknya terus memprioritaskan pengangkatan guru honorer sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui seleksi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK).
“Saya tidak menutup mata bahwa memang masih banyak hal yang perlu disempurnakan dalam program ini. Karena itulah semua dari kita harus bergotong royong agar target kita, yakni satu juta guru diangkat sebagai ASN PPPK dapat segera terwujud,” katanya.
Dari itu semua, imbuh Hendra, tenaga pendidik dan yang dididik memiliki kualitas yang baik lagi ke depan dan harapannya terus membawa kebaikan dari aspek pendidikan yang ada di Kabupaten Lamandau.(*/BH)










