
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Sanggar Seni Budaya Tunas Anum berkesempatan menghadiri undangan dari Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dapil Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Purwanto menyalurkan Ekcavator kepada Pokdakan Fajar Mandiri Raja Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (26/7/2021).
Merumpak kutamara merupakan tradisi penyambutan tamu, acara adat pernikahan khas Kotawaringin barat atau kesultanan kutaringin menyambut kedatangan Anggota DPR RI Bambang Purwanto beserta jajarannya.
Dimana ada dua orang yang bertarung satu orang sebagai penjaga pintu atau gerbang dan satunya lagi sebagai Perumpak/penotas yang merubuhkan gerbang kutamara ,setelah gerbang kutamara telah dikuasai maka tamu akan dipersilahkan masuk, kata ketua
Sanggar Seni Budaya Tunas Anum, Wardiman ‘Endek’.
Lanjut Endek, Kami dan keluarga besar mempelai laki – laki sudah tiba di halaman rumah mempelai wanita, ada hal yang unik diacara ini, apa itu? yakni adanya ritual adat dan tradisi yang bernama Merampuk Kutamara.
Merampuk Kutamara merupakan salah satu tradisi dari masyarakat Kotawaringin Barat berupa pencak silat khas Kotawaringin Barat tentunya, kata Endek.
Tradisi ini sering diadakan saat acara penyambutan tamu, pernikahan dan lain – lain. Terdiri dari dua orang pesilat dimana salah satunya bertindak sebagai menjaga gerbang ( Kutamara ) dan satunya lagi bertindak sebagai lawan atau pendatang (Perompak atau Penyerang ), yang uniknya lagi gerbang atau pintu kutamara tersebut dihiasi dengan Mayang, bunga dan janur lalu dihalangi dengan batang pisang berukuran sedang.
Nah pendatang atau penyerang tadi agar bisa melewati gerbang harus menebas batang pisang yang menjadi penghalang , jika berhasil menebas batang pisang tersebut artinya pendatang dianggap layak untuk memasuki wilayahnya.
Menarik bukan? mari bersama sama kita melestarikan Adat dan Tradisi Merampuk Kutamara agar kelak bisa menjadi cerita untuk anak dan cucu kita, ucap Wardiman ‘Endek’
“Adapun semenjak pandemi ini kita sudah jarang sekali dan bahkan tidak ada dikarenakan agenda atau kegiatan yang dibatasi,” terang Wardiman ‘Endek’
Tadi saja kita laksanakan agar seni budaya tradisi kita tidak memudar dan memperkenalkan juga ke Khalayak ramai dengan tetap ketat dengan protokol kesehatan, imbuhnya. (Yusbob)







