
Foto : Ilustrasi
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Meski saat ini sudah zamannya smartphone, namun sejumlah anak anak di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, masih melestarikan permainan tradisional Leduman atau bledugan saat ngabuburit di bulan Ramadhan.
Hampir setiap sore, bunyi ledakan atau dentuman masih bisa terdengar saat bulan Ramadhan di Pangkalan Bun Suara dentuman itu berasal dari Leduman bledugan yang dimainkan anak di sekitar kebun maupun halaman rumahnya.
“Suara itu adalah salah satu ciri khas menandakan bulan Ramadhan, yang saat ini sudah sangat jarang didengar.” Jumat (16/4/2021).
Permainan tradisional Leduman tetap digemari anak-anak di Pangkalan Bun. Dentuman mirip senapan karbit tersebut terdengar, saat menjelang buka puasa atau ngabuburit.
Cara memainkan permainan tradisional ini sangat mudah kaleng sarden disambung-sambung lalu di kasih ketikan korek dan saringan, diisi air spirtus secukupnya, kemudian pemantiknya dimainkan. Besar kecil ukuran kaleng menentukan keras lemahnya suara ledakan.
Saat spirtus sudah memenuhi ruang kosong pada kaleng, akan muncul asap. Saat itu bisa dimainkan pemantik nya.
Jedar! Dentuman pun disambut sorak sorai. Kegembiraan dan tawa menyertai waktu permainan. Permainan tradisional ini bisa sejenak mengurangi keinginan mereka bermain gadget.
“Mainnya biasanya mau buka puasa. Seru. Cuman karena habis sholat jumatan sambil main- main,” kata Ijay bocah kelas 4 SDN ini dengan polos.
Setelah puas bermain, anak-anak pulang ke rumah masing-masing. Mereka mandi kemudian bersiap berbuka puasa.
“Kadang bantu mama nyiapin buka puasa,” pungkas bocah lainnya sambil berlari. (Yusbob)







