
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Sebanyak 17 orang perwakilan Kepala Madrasah Se Kabupaten Kotawaringin Barat, melakukan kegiatan hearing /dengar pendapat dengan Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (8/12/2021).
Dalam pertemuan tersebut Komisi A DPRD Kobar mendengarkan keluhan honor yang diterima para guru yang bernaung di bawah Departemen Agama (Depag).
Usai pertemuan Ketua Komisi A DPRD Kobar Rizky Aditya Putra menjelaskan, pihaknya sangat mendukung apa yang di sampaikan Perwakilan kepala madrasah se Kobar ini, menurutnya rata rata honor yang di terima di bawah kata pantas, kata dia.
Lanjut Rizky, jika di bandingkan pengabdian yang telah di berikan oleh para guru honorer selama ini. Rata rata dari mereka masa pengabdiannya di atas 5 tahun, sementara honor yang diterima ada yang Rp 250.000 / per bulannya.
“Tidak banyak jumlah guru honorer yang ada dibawah departemen Agama, hanya berjumlah 358, jika kita memenuhi aspirasi mereka, hanya sekitar Rp 1 Miliar lebih, kami akan dorong terus hal ini, agar pemerintah daerah bisa memperhatikan kesejahteraan mereka”.
Dari pada anggaran di gunakan untuk pembangunan yang tidak jelas, kami lebih setuju jika di gunakan untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer, Kata Politisi Partai Gerinda ini.
Namun lanjut Rizky, pihaknya akan segera mempelajari dan meninjau perihal regulasi hukumnya, sebab saat ini pemerintah daerah telah memberikan insentif bagi guru ngaji, tentunya ada celah juga untuk memberikan tambahan honor bagi guru tenaga honorer yang bernaung di bawah Departemen Agama.
Awalnya, terang Rizky mereka ini dapat tambahan honor dari APBDes, akan tetapi seiring berjalannya waktu di hapus, sehingga mereka pun mengharapkan kebijakan dari pemerintah daerah.
Hal ini, kata Rizky telah di sampaikan kepada ibu Bupati, hanya saja mengharapkan dukungan dari kami untuk menyiapkan anggaran, tentunya kami sangat mendukung, pungkasnya. (Yusbob)









