
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Terhitung hingga Agustus 2021, kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) telah menghanguskan ratusan hektare hutan dan lahan.
Disampaikan oleh Bupati Kobar Nurhidayah, berdasarkan data yang diterima hingga Agustus 2021 ini, sudah ada 62 titik Hotspot di Kobar, dengan jumlah kejadian Karhutla sebanyak 33 kali.
“Dari puluhan titik Hotspot dan jumlah kejadian tersebut, luas hutan dan lahan yang terbakar kurang lebih 404 hektare,” kata Nurhidayah, belum lama ini saat dikonfirmasi luasan hutan dan lahan yang telah terbakar.
Lanjut Nurhidayah, adapun wilayah yang berpotensi atau rawan terhadap Karhutla, dengan melihat jumlah kasus yang rutin terjadi setiap tahun yaitu di daerah Kecamatan Arut Selatan, kemudian Kecamatan Kumai dan Kotawaringin Lama.
“Jadi ada tiga wilayah yang menjadi perhatian khusus, seperti di Arut Selatan itu yang sering terjadi Karhutla di Raja Seberang. Sementara di Kumai, kita antisipasi wilayah TNTP,” terang Nurhidayah,.Senin (16/8/2021).
Disampaikan, bahwa saat ini Pemerintah Provinsi telah menetapkan Siaga Karhutla. Sehingga, Pemkab Kobar langsung melakukan persiapan baik kesiapan personel dan juga sarana dan prasana (Sarpras).
Sejauh ini, terkait ketersediaan dan kesiapan Perosnel serta Sarpras dalam penanganan Karhutla telah disiapkan. Sehingga, apabila nanti terjadi Karhutla maka personel sudah siap siaga.
“Untuk kondisi saat ini, hasil titik pantau yang kita lihat. Kita sangat bersyukur karena masih terbantu dengan curah hujan, tentunya potensi hujan ini sangat membantu kita dalam penanganan Karhutla,” pungkas Nurhidayah. (Yusbob)









