
Anggota DPRD Kabupaten Lamandau dari Fraksi Golkar, Brilian Andriacitra Amelia. (Istimewa/Medsos Brilian Andriacitra Amelia)
Kotawaringin News, Lamandau – Kasus kekerasan kepada anak dibawah umur menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lamandau. Pasalnya, dimungkinkan perbuatan tersebut bisa menjadi ancaman generasi muda Kabupaten Lamandau.
Anggota DPRD Kabupaten Lamandau dari Fraksi Golkar, Brilian Andriacitra Amelia, mengatakan kasus kekerasan kepada anak dibawah umur seperti persetubuhan dan pencabulan sekarang harus menjadi perhatian serius.
“Sudah pasti korban akan mengalami rasa trauma yang mendalam terhadap kejiwaannya, dan bila tidak ada penanganan secara profesional maka bisa berdampak pada depresi,” kata Amelia, beberapa waktu lalu.
Amelia menjelaskan dari data yang dia dapat, di Tahun 2020 memang ada penurunan dari korban anak persetubuhan, yaitu 8 kasus persetubuhan dan 1 kasus pencabulan yang sampai di pengadilan.
“Memang ada penurunan dari tahun sebelumnya, tapi kita tetap harus mengevaluasi untuk masa depan anak juga gangguan spikologis anak yang menjadi korban,” jelasnya.
Dia menuturkan dari tahun 2018 ada 12 kasus persetubuhan anak yang menjadi korban, dan 1 KDRT. Dan Tahun 2019 meningkat menjadi 14 kasus persetubuhan anak, 2 KDRT dan 1 pencabulan.
“Hal ini sungguh menjadi prihatin, karena ada kasus asusila atau tidak bermoral yang dilakukan orang terdekatnya terhadap seorang perempuan,” tandasnya.
Melihat rentetan kasus persetubuhan dan juga pencabulan tersebut, Amelia mengingatkan kepada orang tua, tindak pidana pencabulan biasanya dilakukan oleh orang terdekat. Dia pun mengimbau bagi orang tua agar waspada terhadap anaknya dan juga selalu memberikan edukasi pemahaman seksual. (A/BH/K2)










