
Sejumlah anggota DPRD Kobar saat reses. (Yus)
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Barat, Sri Lestari, mengungkapkan hasil reses anggota legislatif daerah pemilihan tiga yang mencakup Pangkalan Lada, Arut Utara, dan sekitarnya. Ia menyampaikan bahwa sebagian besar keluhan masyarakat masih berkutat pada buruknya kondisi jalan penghubung antar desa.
Menurut Sri, salah satu jalur yang paling banyak dikeluhkan adalah antara Sungai Melawen dan Lada Mandala Jaya. Jalan tersebut sering menjadi lumpur saat musim hujan dan menyulitkan warga membawa hasil panen ke pasar.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal keberlangsungan hidup masyarakat. Jika jalan rusak, maka distribusi barang terganggu dan pendapatan petani pun menurun,” terang Sri, Jumat (11/7/2025).
Sri menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di desa-desa harus dijadikan prioritas utama oleh pemerintah daerah. Ia menyebut pembangunan yang hanya fokus di kota tidak mencerminkan keadilan sosial.
Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya membangun jalan di daerah Pangkalan Duren dan desa-desa lain yang menjadi pusat kegiatan pertanian dan peternakan. “Kalau aksesnya lancar, ekonomi lokal pasti tumbuh,” tambahnya.
Sri Lestari menutup pernyataannya dengan komitmen kuat untuk terus menjadi corong suara rakyat. “Kami tak hanya mendengar, tapi juga akan memperjuangkan hingga anggaran turun. Rakyat butuh bukti, bukan janji,” ujarnya tegas. (Yus/K2)









