
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Arut menggelar syukuran atas dioperasikannya instalasi Pengolahan Air (IPA) Kapasitas 30 liter/detik di Bumi Harjo Kecamatan Kumai Selasa (11/1/2022).
Acara syukuran ini dihadiri Bupati Kotawaringin Barat, Hj Nurhidayah dan Wakil Bupati Ahmadi Riansyah sekaligus juga Forkopimda.
Dalam acara syukuran juga dilakukan penandatanganan berita acara serah terima operasional, dan berita acara kesediaan menerima aset serta berita acara serah terima air baku Kumai, dari Balai Prasarana Pemukiman Kementerian PUPR Wilayah Kalimantan.

Dalam kesempatan Bupati Kobar, Hj Nurhidayah menyampaikan bahwa pembangunan IPA sistem penyediaan air minum spam IKK kumai di Desa Bumi Harjo ini terlaksana berkat komunikasi dan koordinasi kegiatan bersama dengan Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat dalam hal ini melalui direktorat jenderal cipta karya.
Melalui pembangunan IPA, Kabupaten Kotawaringin Barat ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan air bersih terutama pada musim kemarau sehingga masyarakat setempat dan desa-desa sekitarnya mendapat kemudahan untuk memeproleh air bersih yang aman untuk dikonsumsi masyarakat, kata Bupati Nurhidayah.
“Ini menjawab atas keluhan masyarakat ketika musim kemarau, sehingga tidak lagi kesulitan air bersih,” beber Nurhidayah.
Bupati Nurhidayah juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Pusat karena telah banyak disuport anggaran diberbagai lokasi salah satunya di Instalasi Pengolahan Air di Bumi Harjo tersebut.
Anggaran pembangunan mencapai Rp 21 Miliar dan pada spot bangunan lain, seperti embung dan Danau juga disuport anggaran pusat yang relatif besar.
Ia meminta agar masyarakat dapat ikut menjaga kemananan aset tersebut untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas dalam pemenuhan air bersih.
Sementara itu Direktur Perumdam Tirta Arut, Sapriansyah mengatakan, bahwa dengan kapasitas sebesar 30 liter per detik ini, nantinya mampu melayani sebanyak kurang lebih 3000 pelanggan yang ada di lima desa termasuk yang utama Desa Bumi Harjo.
“Untuk saat ini, yang sudah tersambung baru sekitar 750 rumah tangga atau pelanggan dan ditargetkan pada 2023 nanti akan rampung dilaksanakan,” tandasnya. (Yusbob)







