
Wisata Susur Sungai di Desa Sekonyer, Kabupaten Kotawaringin Barat. (Istimewa)
Kotawaringin Barat, Kotawaringin News – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah mengumumkan daftar desa wisata yang lolos babak 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, pada akhir April lalu. Salah satunya, Desa Wisata Sei Sekonyer, Kabupaten Kotawaringin Barat. Luar biasanya, hanya desa ini di Kalimantan Tengah yang lolos anugerah tersebut.
Untuk diketahui, Desa Wisata Sei Sekonyer terletak bersebelahan dengan areal Taman Nasional Tanjung Puting yang telah dikenal dunia Internasional dengan julukan “The World Capital of Orangutans”.
Awalnya desa ini berlokasi di Tanjung Harapan (Saat ini masuk dalam areal Taman Nasional Tanjung Puting dan menjadi Camp Feeding Tanjung Harapan), namun setelah ditetapkannya Tanjung Puting sebagai Taman Nasional oleh Menteri Kehutanan RI, maka penduduk Tanjung Harapan di relokasi ke seberang areal Taman Nasional pada Tahun 1971. Hingga saat ini penduduk desa tersebut menetap di wilayah yang bernama Desa Sungai Sekonyer.
“Kalimantan Tengah diwakili oleh Desa Wisata Sei Sekonyer, Kabupaten Kotawaringin Barat. Rangkaian kegiatan Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022 sudah melalui beragam tahap kurasi berdasarkan penilaian Dewan Juri terhadap tujuh kategori penilaian, klasifikasi desa wisata, dan kelengkapan data melalui website Jadesta,” tutur Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.
Sandiaga menjelaskan, mulai dari proses kurasi menjadi 500 besar ADWI, kemudian 300 besar, lalu dikerucutkan kembali menjadi 100 besar hingga terpilih 50 besar desa wisata terbaik. Sebagai informasi, di Indonesia ada sekitar 70 ribu desa. Pada tahun 2022, terjaring 3.419 peserta desa wisata dari 34 provinsi di Indonesia.

“Selamat saya ucapkan kepada 50 desa wisata terbaik ADWI 2022. Jadikan pencapaian ini sebagai motivasi untuk terus tetap mengembangkan desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan untuk Indonesia Bangkit,” harapnya.
Usai pengumuman 50 desa terbaik di Indonesia, sebut Sandiaga, rangkaian kegiatan ADWI 2022 selanjutnya akan meninjau dan dinilai secara langsung bersama para dewan juri ke-50 desa wisata terbaik ADWI 2022.
“Rangkaian kegiatan desa wisata selanjutnya akan ditinjau secara langsung dengan dewan juri ke 50 desa wisata terbaik,” ujar Sandiaga.
Ia berharap bagi desa wisata yang belum lolos 50 besar ADWI 2022 untuk terus meningkatkan inovasi, adaptasi dan kalaborasi melalui pengisian data desa wisata di website Jadesta sebagai wadah dan arah Kemenparekraf dalam penyusunan rencana pengembangan desa-desa wisata di seluruh Indonesia.
“Ayo bersama-sama kita wujudkan desa wisata berkelas dunia, berdaya saing global dan berkelanjutan, untuk Indonesia bangkit,” ajak Sandiaga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kotawaringin Barat, Wahyudi merasa bangga karena masih ada perwakilan dari Kalimantan Tengah Khususnya di Kobar yang masuk dalam 50 besar ADWI 2022, yaitu Wisata Sei Sekonyer.
Sementara itu, Kepala DPMD Kobar Yudhi Hudaya mengaku berbangga atas prestasi yang diraih oleh Desa Sekonyer. Menurut dia, hal ini merupakan buah hasil kerja keras pemerintah desa, masyarakat dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang secara serius dan berkelanjutan mengelola potensi desanya.
“Pastinya kita ikut bangga, karena perwakilan Kalteng satu-satunya desa wisata yang masuk 50 besar cuma dari Kobar yaitu Desa Sekonyer. Ini juga membuka kesempatan Desa Sekonyer dikunjungi langsung menteri pariwisata,” ungkap dia.
Yudhi menjelaskan, pengelolaan potensi desa yang dilakukan oleh Pemdes Sekonyer ini sejatinya sejalan dengan visi misi Pemkab Kobar di sektor pariwisata, sehingga diharapkan bisa ditiru oleh desa-desa lainnya.
ADVERTISEMENT
“Visi misi daerah tentu meningkatkan kembali sektor pariwisata yang sempat terdampak pandemi beberapa tahun belakangan. Memang dalam mengembangkan potensi desa dibutuhkan keseriusan dan konsistensi. Tidak bisa instan, tapi harus ada proses yang dilalui. Di Kobar sekarang kita sudah punya 2 Desa Wisata yaitu Desa Lalang dan Desa Sekonyer. Ini bisa ditiru desa lain, tidak mesti harus pariwisata bisa di sektor lain seperti pertanian, peternakan, perikanan dan lainnya. Intinya disesuaikan dengan potensi desa masing-masing,” ujar Yudhi Hudaya.
Dia berharap, pemdes setempat mampu berkerjasama dengan stakeholder terkait dalam upaya memperkenalkan desa kepada publik setelah dinobatkannya Desa Sekonyer sebagai Desa Wisata tahun 2022. “Agar menjaga motivasi dan konsistensi dalam mewujudkan Sekonyer sebagai desa wisata selalu berupaya untuk berkolaborasi dengan pihak mana pun dalam penguatan wisata desa,” tuturnya.
Yudhi menambahkan, kelebihan Desa Sekonyer saat ini masih dikelilingi oleh hutan lindung sehingga suasana desanya terbilang masih asri. Untuk itu pemdes dan masyarakat berkewajiban ikut terlibat aktif menjaga ekosistem serta turut memperkenalkan budaya lokal.
“Ya sangat perlu, tapi koridornya tetap dalam rangka perkuatan wisata alam natural, karena brand yang sudah terbangun Sekonyer itu masih sangat alami/natural. Kekuatan utamanya di susur sungai dan trakking hutan hujan tropis yang masih asli,” beber Yudhi Hudaya.
Rencananya tahun ini pemdes akan melanjutkan pembuatan jalan titian trakking tropical rainforest. Jadi wisatawan yang bakal berwisata ke Desa Sekonyer akan diajak merasakan sensasi menikmati lebatnya hutan hujan tropis.

Berikut 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia 2022:
1. Desa Wisata Gampong Ulee Lheue (Aceh)
2. Desa Wisata Hilisimaetano (Sumatra Utara)
3. Desa Wisata Buluh Duri (Sumatra Utara)
4. Desa Wisata Kampung Warna Warni Tigarihit (Sumatra Utara)
5. Desa Wisata GTP Ulakan (Sumatra Barat)
6. Desa Wisata Silokek (Sumatra Barat)
7. Desa Wisata Pariangan Desa Terindah di Dunia (Sumatra Barat)
8. Desa Wisata Dayun (Riau)
9. Desa Wisata Pentagen (Jambi)
10. Desa Wisata Tebat Lereh (Sumatra Selatan)
11. Desa Wisata Belitar Seberang (Bengkulu)
12. Desa Wisata Pulau Pahawang (Lampung)
13. Desa Wisata Perlang (Bangka Belitung)
14. Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip (Kepulauan Riau)
15. Desa Wisata Pecinan Glodok (Jakarta)
16. Desa Wisata Situs Gunung Padang (Jawa Barat)
17. Desa Wisata Hanjeli (Jawa Barat)
18. Desa Wisata Bugisan (Jawa Tengah)
19. Desa Wisata Sembungan (Jawa Tengah)
20. Desa Wisata Widosari (Yogyakarta)
21. Desa Wisata Tepus (Yogyakarta)
22. Desa Wisata Semen (Jawa Timur)
23. Desa Wisata Tirta Agung (Jawa Timur)
24. Desa Wisata Keris (Jawa Timur)
25. Desa Wisata Pandean (Jawa Timur)
26. Desa Wisata Saba Budaya Baduy (Banten)
27. Desa Wisata Undisan (Bali)
28. Desa Wisata Sudaji (Bali)
29. Desa Wisata Taman Loang Baloq (Nusa Tenggara Barat)
30. Desa Wisata Buwun Sejati (Nusa Tenggara Barat)
31. Desa Wisata Umauta (Nusa Tenggara Timur)
32. Desa Wisata Kampong Melayu BML (Kalimantan Barat)
33. Desa Wisata Sei Sekonyer (Kalimatan Tengah)
34. Desa Wisata Kubah Basirih (Kalimantan Selatan)
35. Desa Wisata Pela (Kalimantan Timur)
36. Desa Wisata Pulau Sapi (Kalimatan Utara)
37. Desa Wisata Budo (Sulawesi Utara)
38. Desa Wisata Malangga (Sulawesi Tengah)
39. Desa Wisata Campaga (Sulawesi Selatan)
40. Desa Wisata Barania (Sulawesi Selatan)
41. Desa Wisata Matano Iniaku (Sulawesi Selatan)
42. Desa Wisata Kambo (Sulawesi Selatan)
43. Desa Wisata Limbo Wolio (Sulawesi Tenggara)
44. Desa Wisata Air Terjun Moramo Sumbersari (Sulawesi Tenggara)
45. Desa Wisata Lonuo (Gorontalo)
46. Desa Wisata Tondok Bakaru (Sulawesi Barat)
47. Desa Wisata Negeri Hila (Maluku)
48. Desa Wisata Lapasi (Maluku Utara)
49. Desa Wisata Kampung Ugar (Papua Barat)
50. Desa Wisata Tobati (Papua)
(Adv/Yus/K2)







