
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Satgas Penanganan Covid-19 memberikan cara untuk menekan penyebaran mutasi virus atau varian baru virus corona yang sudah ditemukan menyebar secara global, Kamis (29/4/2021).
Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Dr Fachrudin mengatakan saat ini beberapa varian virus yang sudah ditemukan menyebar secara global, yakni varian B117 di Inggris, B1351 di Afrika Selatan yang merupakan hasil mutasi dari virus B117, dan varian P1 di wilayah Brazil.
Menurutnya, upaya mencegah mutasi virus adalah dengan menghambat persebarannya, karena tingkat infeksi yang tinggi tentunya meningkatkan peluang terjadinya lebih banyak varian yang dihasilkan. Seberapapun kuatnya varian potensial virus, jika tidak ada peluang menularkan maka virus tersebut tidak akan membahayakan, kata Dr Fachrudin.
“Saya mengingatkan upaya 3T [tracing, testing, treatment] dan bagi masyarakat berpartisipasi dalam program vaksinasi untuk menumbuhkan imunitas secara spesifik. Saya tidak akan lelah mengingatkan pentingnya protokol kesehatan, karena hal ini peting untuk dilakukan,” terang Dr Fachrudin usai mengikuti sidang Paripurna di gedung DPRD Kobar.
Dia menambahkan demi mencegah dampak negatif dari mutasi ini, semua pihak disarankan tidak hanya menunggu hasil temuan ilmuwan, untuk menentukan apakah varian tersebut lebih berbahaya atau sekedar mengetahui pola distribusinya.
Terlebih, hasil penelitian ilmiah membutuhkan waktu. Upaya proaktif melindungi diri dan orang di sekitar adalah dengan cara tidak melakukan mobilitas yang tidak perlu sehingga penularan dapat dicegah, sehingga mutasi pun bisa dicegah untuk terjadi.
Dr Fachrudin mengatakan, ada 10 kasus positif Covid-19 yang ditemukan di Indonesia baru-baru ini merupakan penularan dari varian baru B.1.1.7.
Fachrudin menyebutkan, varian mutasi baru ini sama dengan yang ada di India dan menyebabkan lonjakan kasus di negara itu.
“Soal mutasi virus baru yang menyebabkan kasus di India meningkat, bahwa virus itu juga sudah masuk di Indonesia. Ada 10 orang yang sudah terkena virus tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, Dr Fachrudin tidak secara spesifik menyebutkan mutasi dengan varian apa yang dimaksud.
Dia hanya menjelaskan, dari 10 orang yang terpapar Covid-19 dari mutasi itu, sebanyak enam orang di antaranya tertular dari luar negeri.
“Sementara yang empat orang adalah (tertular) lewat transmisi lokal. Yang ini yang kita perlu jaga, salah satunya ada di Kalsel,” kata Dr Fachrudin
Empat orang yang tertular lewat transmisi lokal itu teridiri dari dua orang di Sumatera, satu orang di Jawa Barat, dan satu orang di Kalimantan Selatan, semoga tidak masuk di Kalimantan Tengah, pungkasnya. (Yusbob)









