
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – 13 belas orang hilang setelah sebuah kapal KM Ayu 3 yang tenggelam 16 Agustus 2021
di perairan laut Kumai. Dihari ke 7 pencarian Kapal ditemukan terbalik dan terapung di sekitar Tanjung Puting, Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
“5 orang selamat, tetapi 5 orang lainnya masih hilang dan 3 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, kapal terbalik ditemukan pada, Minggu (23/8) Kemarin,
Tim SAR pencarian korban tenggelamnya KM Putri Ayu III yang menemukan keberadaan kapal naas tersebut, Minggu, 22 Agustus 2021 sekitar pukul 10.30 WIB dalam kondisi terbalik dan terapung.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan/ Basarnas Palangka Raya Muhammad Hariyadi, menjelaskan karena adanya kendala pada jaringan komunikasi dilokasi pencarian, informasi tersebut baru diterima pihaknya hari ini.
“Objek diduga KM. Putri Ayu 3 ditemukan oleh PD TW 0822 1030 G BASARNAS di posisi koordinat 3⁰55′ 500″ S – 111⁰ 47′ 800 E dari Arah Tanjung Puting 21 NM arah Heading 180⁰,” jelas Muhammad Haryadi, Senin (23/8/2021).
Menurutnya, objek kapal yang ditemukan tersebut terlihat warna mambung merah dengan lunas kapal berwarna Merah.
“Berdasarkan tanda-tanda tersebut, kata Muhammad Haryadi, diyakini bahwa objek tersebut adalah KM. Putri Ayu 3 yang saat ini sedang di lakukan pencarian. Lokasi penemuan objek dengan lokasi diduga tenggelamnya kapal sekitar 6 Nautical Mile (NM),” jelasnya.
Menurut Muhammad Hariyadi, posisi objek dalam kondisi terbalik dengan masih terikat jangkar.
“Dimana hanya tersisa bagian depan kapal yang terapung di permukaan. Posisi objek dalam keadaan tidak stabil, karena tali tambat jangkar sudah ada yang putus akibat gelombang dan arus,” terang Muhammad Hariyadi.
Ia menjelaskan, ketidakstabilan posisi objek tersebut lantaran pengaruh gelombang disekitar lokasi yang berkisar 1-2 meter.
“Sehingga membuat pergerakan objek kapal dipermukaan air bergerak terus menerus yang bisa membuat kapal tenggelam kapan saja, bila terjadinya putus tali tambat jangkar,” kata Muhammad Hariyadi.
Muhammad Hariyadi menjelaskan, upaya tim pencari melakukan penyelaman pada titik tersebut sangat tidak memungkinkan.
“Hal ini karena faktor keselamatan tim penolong yaitu penyelam. Lantaran dinilai kondisi cuaca dan objek yang tidak stabil,” tandasnya. (Yusbob)







