
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Produsen tempe dan tahu di Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan adaptasi dengan memperkecil ukuran. Hal itu dilakukan demi mengantisipasi melambungnya harga bahan baku kacang kedelai impor.
“Sekarang ini ada produsen yang menaikkan harga, tapi ada juga yang mengurangi takaran bahan, jadi ukurannya diperkecil. Kalau saya pilihnya ukuran tempe dan tahu diperkecil dan pembeli tetap seperti biasanya, kata Syariyah yang akrap di panggil Bu Syam, Kamis (6/1/2022).
Bu Syam memilih memperkecil ukuran agar tidak mengalami kerugian selama harga kacang kedelai mengalami kenaikan.
Saat ini harga kedelai impor mahal, membuat dirinya dan pengusaha tahu dan tempe lainnya banyak mengeluh. pasal nya/ bahan baku tahu dan tempe yang didatangkan dari luar negeri terus mengalami kenaikan, kata Bu Syam saat dibincangi media ini.
Kenaikan Harga sangat dirasakan dalam satu bulan terakhir ini mas, keluh Bu Syam, yang sudah memproduksi tempe dan tahu ini sejak tahun 1990 silam.
“Sebelumnya harga kedelai import ini Rp 350.000 per sak, kini mencapai Rp 550.000 per sak, sedangkan harga eceran Rp 11.000 per kilogram, sebelunya Rp 7.000 per kilogramnya”, jelas Bu Syam.
Diduga kenaikan dipicu oleh naiknya biaya pengiriman dari Luar Negeri, sehingga memaksa pengusaha tempe dan tahu terpaksa memperkecil ukuran, lebih kecil dari sebelumnya.
Lanjut Bu Syam, ukuran diperkecil agar harga tidak perlu dinaikkan, sehingga pembeli meski mengeluh tetap dapat membeli dan produksi tetap berjalan.
Sementara untuk menaikkan harga jual sangat sulit karena kondisi ekonomi saat ini lagi lesu-lesunya, katanya.
Bu Syam juga menuturkan, hingga saat ini tidak ada pengurangan pekerja, kerena mereka digajih berdasarkan borongan. Dalam sehari mereka mampu memproduksi 250 kilogram atau 25 sak per hari.
Kenaikan harga kedelai import bukan kali pertama dirasakan, hanya saja saat ini dalam kondisi pandemi covid-19 jadi sangat terasa sekali.
Yang jelas melambungnya harga kedelai kali ini sangatlah merepotkan para pengusaha, karena kenaikan terjadi pada bahan dasar produksi tempe dan tahu, tandasnya. (Yusbob)







