Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan dr. Riza Syahputra. (Ist/Yasir)
Kotawaringin News, Seruyan – Pemerintah Kabupaten Seruyan memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak kabut asap karhutla. Langkah ini dilakukan untuk mencegah gangguan pernapasan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan dr. Riza Syahputra mengatakan wilayah hulu menjadi salah satu perhatian karena paparan asap cukup terasa di sejumlah kawasan.
“Wilayah hulu yang sangat terdampak seperti Hanau, Rantau Pulut, dan Manjul menjadi perhatian kami. Kami sudah mendistribusikan masker melalui puskesmas di wilayah terdampak,” ujar Riza.
Dinkes juga memastikan obat-obatan dan tenaga kesehatan tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan. Bahkan, rumah oksigen disiapkan untuk mengantisipasi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Langkah tersebut menjadi penting setelah kasus ISPA di Seruyan menunjukkan peningkatan pada periode karhutla. Pada Agustus 2026, kasus sempat berada di atas 500. Pada pertengahan September, Dinkes menyebut terjadi penurunan menjadi sekitar 250 kasus, sementara laporan 24 September yang mengutip Dinkes mencatat 1.937 kasus hingga periode tersebut.
Riza menegaskan masyarakat harus mengambil langkah pencegahan sejak dini, terutama kelompok rentan seperti balita, anak-anak, lansia dan warga yang mempunyai riwayat gangguan pernapasan.
“Jangan menunggu sampai kondisi menjadi berat. Kalau mengalami keluhan pernapasan, segera datang ke fasilitas kesehatan. Penggunaan masker juga penting untuk mengurangi paparan asap,” katanya.
Pemkab Seruyan sebelumnya telah mengirimkan ribuan masker ke puskesmas untuk dibagikan kepada masyarakat. Prioritas diberikan kepada wilayah tengah dan hulu yang terdampak kabut asap.
Dinkes juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara, termasuk pembakaran lahan.
“Kita berharap jangan sampai kasus kembali meningkat. Mudah-mudahan kondisi asap membaik dan masyarakat tetap menjaga kesehatan,” kata Riza.
Upaya pencegahan dini tersebut diharapkan mampu menekan risiko ISPA sekaligus memastikan pelayanan kesehatan tetap siap apabila terjadi peningkatan jumlah pasien akibat dampak kabut asap. (Ys/K2)



