
Hartono Halim
Kotawaringin News,Kotawaringin Barat – CEO ‘Borneo Halim’, Hartono Halim, Jumat (2/2/2021) mengatakan, dari identifikasi yang dilakukan pihaknya, cukup banyak potensi produk koperasi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kotawaringin Barat.
Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian, baik secara nasional maupun di daerah, kata Hartono Halim, Jumat (2/4/2021).
Menurunnya daya beli masyarakat, ditambah adanya kebijakan pembatasan oleh pemerintah membuat ekonomi kian lesu.
Namun, terangnya, pasar retail modern, memiliki aturan ketat suatu produk dapat masuk ke jaringan pemasaran, namun Borneo Swalayan memberikan ruang bagi pelaku UMKM di Kobar untuk memasarkan produknya.
Nah, katanya, permasalah utama dari produk UMKM, adalah dari aspek belum semua memiliki logo halal, dan juga masa pemakaian, atau expired date, serta barcode.
Lanjut Hartono Halim, kalau memang ada permasalahan utama dalam produk UMKM, maka pihaknya siap membantu membuat logo halal, maupun yang lainya
“Syarat-syarat ini yang penting diperhatikan, agar produk para pelaku UMKM, bisa masuk ke jaringan pemasaran Borneo Swalayan,” katanya.
Sebenarnya, peluang produk UMKM Kobar, masuk ke pasar Borneo Swalayan maupun Mega Mart itu sangat terbuka lebar, asalkan saja, produk itu dapat memenuhi aspek persyaratan teknis yang telah kita tetapkan.
Perusahaan kami sendiri, terang Hartono, siap melakukan kegiatan edukasi dan pendampingan terhadap para pelaku UMKM, agar produk mereka dapat masuk ke gerai Borneo Swalayan maupun Mega Mart.
“Borneo Swalayan maupun Mega Mart punya skema kerjasama dengan pelaku UMKM,” sebut Hartono.
Saat ditanyakan apakah sudah ada produk pelaku usaha kecil di Kobar yang telah masuk ke gerai Borneo Swalayan maupun Mega Mart, Hartono menerangkan, hingga saat ini belum ada, namun kedepan dirinya yakin akan banyak yang bisa masuk, sebab pihaknya terus melakukan edukasi kepada para pelaku UMKM.
“Kami yakin kedepan, akan banyak hasil produk perajin usaha kecil di Kobar bisa masuk ke gerai Borneo Swalayan maupun Mega Mart,” harapnya.
Meski demikian, pandemi juga menjadi sebuah tantangan bagi para pelaku UMKM untuk tetap bertahan dan berkembang. Salah satu cara yang bisa dilakukan yakni berkolaborasi untuk memperkuat jejaring bisnis.
Ia menyatakan bahwa di Kotawaringin Barat banyak terdapat produk UMKM yang potensial untuk dipasarkan secara massal.
Namun karena masih terbatasnya pengetahuan tentang teknik pemasaran, pengolahan kemasan dan lokasi yang strategis membuat UMKM sulit berkembang.
Hartono menerangkan, pihaknya juga bersedia untuk menyiapkan lokasi yang strategis untuk memasarkan produk UMKM tersebut, pungkasnya. (Yusbob)









