
Kotawaringin News, Lamandau – Menekan angka stunting di kalangan pelajar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, menggelar Gerakan Nasional Aksi Bergizi di sekolah.
Kegiatan yang digelar di SMPS Khatolik Santo Arnoldus Jansen itu diikuti ratusan pelajar. Hadir dalam acara tersebut, Bupati Lamandau Hendra Lesmana dan TP PKK Kabupaten Lamandau, Rusdianti Hendra Lesmana.
“Target gerakan ini menyasar pelajar sekolah dengan tujuan pencegahan stunting,” terang Bupati Hendra. Jumat, 4 November 2022.
Ia menjelaskan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh karena kurangnya asupan gizi, infeksi berulang, hingga kurangnya stimulasi gizi. Kegiatan ini dilaksanakan guna mensukseskan program Pemerintah Pusat yang telah menetapkan target capaian angka stunting pada 2024 ditekan hingga 14 persen.
“Mencapai angka tersebut bukan pekerjaan yang mudah, tapi kalau lapangannya dikelola dengan manajemen yang baik, angka itu bukan hal yang sulit untuk diraih. Kuncinya adalah mengelola implementasi di lapangan,” katanya.
Bupati menyebut, Gerakan Nasional Aksi Bergizi membutuhkan gerakan bersama dari seluruh pihak terkait. Menurutnya, menekan angka stunting tidak akan tertwujud jika hanya dilakukan oleh pemerintah.
“Saya mengapresiasi dan menyambut baik diadakannya kegiatan ini. Semoga melalui Gerakan Nasional Aksi Bergizi di Sekolah dengan pemberian asupan penambah darah berdampak baik pada kesehatan anak-anak,” ucapnya.
Acara diawali dengan senam bersama, sarapan sehat bersama, serta dilanjutkan dengan pemberian pil tablet tambah darah untuk para siswi.(BH)










