
Anggota Komisi A DPRD Kobar, Rosad. (Yusro)
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Dusun Sungai Kakap, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai Hulu, menjadi sorotan perhatian Komisi A DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Dalam kunjungan kerja yang dilakukan, anggota dewan meninjau langsung pelayanan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di bawah naungan Puskesmas Kumai, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan dasar kesehatan di wilayah tersebut.
Anggota Komisi A DPRD Kobar, Rosad, politisi dari Partai Demokrat, menyampaikan apresiasi atas peran vital Pustu Sungai Kakap bagi warga setempat. Ia menyebut, keberadaan fasilitas kesehatan ini sangat membantu masyarakat di daerah terpencil untuk mendapatkan layanan medis dasar, meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
“Kami dari Komisi A DPRD hadir karena diundang oleh pihak desa untuk menyaksikan pelayanan langsung di Pustu ini. Keberadaan Pustu di pelosok seperti Sungai Kakap menjadi penopang utama kesehatan warga,” ujar Rosad saat dikonfirmasi, Rabu (9/7/2025).
Rosad juga mengapresiasi kerja sama antara pihak Puskesmas Kumai dan masyarakat dalam menjaga fasilitas kesehatan ini tetap bersih dan layak. Menurutnya, bangunan Pustu kini sudah lebih representatif setelah melalui kerja gotong royong warga dan tenaga kesehatan. “Dulu kiri-kanannya masih hutan, sekarang berkat gotong royong, lingkungannya lebih rapi dan nyaman,” tambahnya.
Meski demikian, Rosad menyoroti persoalan akses jalan yang rusak parah menuju Pustu. Kondisi ini kerap menyulitkan warga, terutama dalam situasi darurat seperti pasien gawat atau ibu hamil yang membutuhkan penanganan cepat. Perjalanan menuju Puskesmas induk sejauh 13 kilometer, kata Rosad, bisa memakan waktu hingga satu setengah jam karena jalan harus memutar dan banyak titik yang rusak.
“Yang diinginkan warga bukan diaspal, tapi setidaknya jalan parah yang sulit dilalui ditimbun menggunakan latrit atau material lain. Kami akan menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah daerah, karena pelayanan dasar kesehatan di pelosok harus menjadi prioritas,” tegas Rosad. (Yus/K2)









