
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Program Pemkab Kotawaringin Barat dengan konsorsium gaya baru yang yang sudah dilaksanakan, khususnya melalui Dinas PUPR Kobar sejauh ini sudah ada hasilnya, namun dari hasil evaluasi masih ada beberapa perusahaan yang belum menuntaskannya.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua II DPRD Kobar, Bambang Suherman, program konsorsium gaya baru dalam pembangunan jalan ini sudah berjalan beberapa tahun.
Tapi, menurutnya masih ada sejumlah perusahaan di beberapa wilayah yang penyelesaiannya alami keterlambatan, terang Bambang Suherman, Jumat (21/1/2022).
“Alhmdulillah program konsorsium ini sudah ada hasilnya, namun hasil evaluasi di daerah-daerah tertentu, contohnya di Kotawaringin Lama memang ada keterlambatan dari pada pengerjaan konsorsium itu,” katanya.
Untuk itu perusahaan yang belum menyelesaikan Program Konsorsium perlu diingatkan kembali, tentunya dikomunikasikan dengan manajemen agar ada kepastian dan segera diselesaikan.
“Kami berharap pembangunan jalan agar bisa cepat selesai dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” ucapnya.
Menurutnya dengan ulasan Kotawaringin Barat sebesar 10.075.900 Km2 ini, kalau hanya dengan mengandalkan APBD itu sangat kurang. Sebab untuk membangun itu membutuhkan sekitar 3,7 triliun, terang Bambang Suherman.
“Untuk mensiasatinya dibuatkan skema oleh Ibu Bupati beserta jajarannya yaitu konsorsiuam gaya baru, artinya pemerintah juga ikut, masyarakat juga ikut dan juga perusahaan, sehingga sama-sama membangun daerah ini,” ungkapnya.
Pihaknya menitip pesan bahwa pihak ketiga tidak hanya melakukan pembangunan jalan kemudian setelah selesai ditinggal. Tapi juga dapat bertanggung jawab untuk bisa memeliharanya.
“Kalau ada kerusakan ya supaya segera diperbaiki, kalau ada lubang segera ditambal agar tidak bertambah rusak” pungkasnya. (Yus)







