
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kobar, Muhammad Toha. (Yusro)
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan antardesa di Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kembali menjadi sorotan tajam dari DPRD setempat. Minimnya perbaikan dan pembangunan jalan membuat masyarakat di sejumlah desa terisolasi dan kesulitan menjalankan aktivitas harian, terutama dalam mendukung perekonomian lokal.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kobar, Muhammad Toha, mengungkapkan bahwa laporan terkait buruknya akses jalan desa sebagian besar datang dari warga Kotawaringin Lama. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan masih ada ketimpangan pembangunan infrastruktur yang harus segera diatasi oleh pemerintah daerah agar aktivitas warga tidak terus terhambat.
“Banyak desa yang belum menikmati jalan layak. Mobilitas warga terganggu, distribusi hasil pertanian tersendat, dan roda perekonomian desa melambat,” ujarnya, Senin (7/7/2025). Ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak.
Selain jalan, Toha juga menyoroti kondisi jembatan penghubung antara Desa Rungun dan Desa Kondang yang saat ini dinilai rawan dan tidak layak. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan aktivitas perekonomian dan sosial antarwilayah, sehingga harus segera mendapatkan penanganan prioritas.
“Infrastruktur seperti jembatan itu penopang utama mobilitas warga. Jika dibiarkan rusak, masyarakat akan terpaksa menempuh jalur lebih jauh, yang tentu berisiko dan memakan biaya lebih,” tegasnya.
DPRD Kobar meminta Pemkab, khususnya dinas teknis, segera meninjau kondisi lapangan dan mengalokasikan anggaran perbaikan. Menurut Toha, pembangunan jalan dan jembatan bukan hanya soal akses fisik, tetapi juga wujud pemerataan pembangunan demi mendorong kemajuan desa-desa di Kotawaringin Barat. (Yus/K2)










