oleh

Disaksikan Wagub, Bupati Lamandau Terima Sertifikat Tanah Pasar Induk Lamandau

Kotawaringin News, Lamandau – Bupati Lamandau H Hendra Lesmana menerima sertifikat hak pakai tanah lokasi pasar induk Lamandau. Penyerahan legalitas tanah yang telah dibangun pusat perdagangan terbesar di Kabupaten Lamandau itu disaksikan Wakil Gubernur Kalteng, Habib Ismail bin Yahya serta diserahkan langsung oleh  Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN)  Kabupaten Lamandau, Ujang Afdal, Jumat 22 Januari 2021.

Kepada wartawan, Bupati Hendra Lesmana menyampaikan bahwa sertifikat tersebut sebagai wujud legalitas hak pakai yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau untuk lokasi pasar induk Lamandau.

“Iya, hari ini kita (Pemkab Lamandau) menerima sertifikat hak pakai tanah lokasi pasar induk Nanga Bulik (Lamandau) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN)  sebagai legalitas yang sah penggunaan lokasi tersebut,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, sertifikasi tersebut sebagai salah satu langkah Pemkab Lamandau dalam mengamankan aset yang dimiliki daerah.

“Luas total lokasi pasar induk Nanga Bulik (Lamandau) kurang lebih 5 hektare, dan juga telah dibangun gedung pasar yang siap digunakan sebagai pusat jual beli masyarakat,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai rencana beroperasinya pasar induk tersebut, Bupati Hendra menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan tahap sosialisasi kepada masyarakat.

“Saat ini kita mulai lagi tahap sosialisasi, karena kemarin sempat terjeda karena adanya Pilkada, perkiraan pertengahan bulan 6 (Juni) nanti rencananya akan mulai diaktifkan,” kata Hendra.

Orang nomor satu di Kabupaten Lamandau itu membeberkan bahwa untuk sarana dan prasarana di pasar induk Lamandau secara umum sudah siap digunakan. “Untuk listrik dan layanan air bersih sudah siap, hanya saja untuk penerangan lingkungan pasar tersebut rencananya bulan Maret nanti akan dipasang,” sebutnya.

Diketahui, pasar induk yang berlokasi di Jalan Pangeran Antasari Nanga Bulik itu telah terbangun tiga bangunan pasar, dimana 2 diantaranya merupakan bangunan yang sumber anggaranya dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (B/BH/K2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed