
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Barat mendukung adanya rencana pemerintah pusat, terkait pemberian minyak goreng subsidi yang akan disiapkan selama 6 bulan kedepan kepada masyarakat
Anggota Komisi B DPRD Kobar, Indra Sani menilai sangat penting adanya kebijakan tersebut. Bahkan, kata dia, langkah yang diambil sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menekan harga minyak goreng di pasaran.
Di sisi lain, ia menyikapi adanya subsidi bisa menjadi salah satu langkah pengurangan konsumsi minyak goreng yang dinilai tidak menyehatkan bagi tubuh.
“Pastinya subsidi sangat penting untuk menstabilkan harga. Utamanya sebenarnya saat yang tepat untuk mengurangi konsumsi minyak goreng, biasanya orang sakit ke dokter mengurangi gorengan atau menghindari gorengan,” kata Indra Sani, Senin, (24/1/2022).
Bukan hanya soal baik untuk kesehatan saja, melainkan ia meminta pemerintah harus mencari penyebab kenaikan harga minyak goreng. Sebabnya, ia menilai tingkat keefektifan subsidi hanya bersifat sementara waktu.
“Selain mensubsidi juga harus dibekali solusinya jangan sampai subsidi terus nanti seperti subsidi minyak, supaya stabil harganya, kalau untuk menekan harga, itu dalam waktu singkat efektif mungkin, tapi jangan sampai minyak itu menjadi tinggi terus,” ujarnya.
Informasi yang saya dapat, justru sekarang minyak goreng subsidi sudah tidak dapat ditemui lagi mal-mal, seperti di Alfamart, Indomaret, Mega Mart, Hipermarket, Borneo Swalayan.
Menurutnya hal ini disebabkan, begitu minyak goreng subsidi diberlakukan masyarakat langsung menyerbunya, terang Indra Sani.
Sementara itu, salah satu pedagang minyak goreng di Pasar Palagan Sari bernama Sumiyati (55) mengungkapkan, harga minyak goreng masih terbilang tinggi, karena saat ini sudah tidak daoat ditemui lagi.
Hanya beberapa hari saja harga minyak goreng Bimoli satu liternya Rp 14.000, sekarang malah susah didapat lagi, kata Sumiyati.
“Saat ini, harga minyak masih naik belum turun. Pembeli juga sepi akibat naiknya terlalu tinggi. Yang penting sabar dan disyukurin,” kata Siti Sumiyati saat ditemui di lapaknya. (Yusbob)







