
MUSREMBANG - Musyawarah perencanaan pembangunan di aula Kelurahan Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau.
Musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat desa dan kelurahan mulai digelar bulan ini. Masing-masing desa dan kelurahan akan mengumpulkan aspirasi dari seluruh warga, dengan cara mengundang para ketua RT/RW, tokoh masyarakat, pemuda, wanita dan stakeholder setempat. Hasil musrenbang tingkat paling rendah ini akan dibawa ke musrenbang tingkat kecamatan.
Usai menggelar musrenbang, Lurah Nanga Bulik Saripudin mengatakan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh semua ketua RT. Mereka mengusulkan, menyusun, dan membahas kebutuhan masyarakat pada musrenbang ini.
“Pasti setiap wilayah kebutuhannya berbeda, ada infrastruktur dan noninfrastruktur karenanya itu harus disampaikan dan dibahas bersama-sama dengan pihak kelurahan, mana yang jadi prioritas,” katanya.
Ia menuturkan, lurah membuka kesempatan yang luas untuk semua ketua RT dan stakeholder kewilayahan mengajukan usulannya. Nanti, usulan yang sudah dirangkum ini dibahas dan disepakati lalu disampaikan pada musrenbang kecamatan mendatang.
“Kami telah menyampaikan usulan perencanaan pembangunan tahun 2026. Kami harap usulan tersebut dapat terealisasi tahun depan,” tuturnya.
Musrenbang ini merupakan salah satu agenda penting dalam proses perencanaan pembangunan yang partisipatif, baik pemerintah maupun masyarakat, dapat berdiskusi dan merumuskan prioritas pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Kegiatan ini juga merupakan sarana untuk menyatukan visi dan misi dalam mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik, dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada di Kelurahan Nanga Bulik.
“Semoga apa yang kita bahas dan putuskan dalam musrenbang ini dapat terwujud dengan baik dan membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Kelurahan Nanga Bulik,” harapnya.(BH/*)







