
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar), AKBP Devy Firmansyah mengatakan, untuk mencegah masuknya varian baru Omicron, maka jalur keluar dan masuk Kotawaringin Barat akan diperketat.
“Untuk menghadapi COVID varian Omicron, pemerintah sudah menekankan dan Polres Kobar bertugas dalam melakukan pengawasan juga memperketat di seluruh pintu masuk, baik di bandara, pelabuhan laut dan darat,” kata Devy Firmansyah.
Lanjut Kapolres, sudah jelas terkait masalah pencegahan omicron Kemarin kita sudah melaksanakan vicon dengan bapak Presiden yang dihadiri oleh Bupati juga, jadi langkah yang kita lakukan pertama kita harus belajar dari pengalaman kita yang pernah masuk ranking 2 se Kalteng.
Bupati kemarin sudah memerintahkan untuk mengecek ketersediaan Bor kita kemudian obat-obatan, dan juga oksigen kita, dan kita pastikan juga dari pihak Korindo tetap bisa membantu kita menyimpan satu hari 100 tabung oksigen, kata Devy Firmansyah.
Kemudian yang kedua posko PPKM ini kita aktifkan kembali yang sudah berjalan beberapa hari ini, apalagi saat ini sudah ada penambahan pasien covid-19 dan ini kita pastikan untuk berfungsi kembali.
Kita juga lakukan pengawasan terhadap pasien-pasien Covid-19, kemudian juga di setiap Kecamatan sudah mempersiapkan tempat isolasi terpadu.
Bupati siap mendukung, ada empat titik yang akan di lakukan pengawasan, pertama bandara aktivitas keluar masuk penumpang, Kemudian yang kedua adalah pelabuhan itu sama juga aktivitas keluar masuknya penumpang dari luar provinsi.
Ketiga disimpang Kecamatan Kotawaringin Lama mengantisipasi masuk yang dari Sukamara maupun yang dari Kalimantan Barat dan yang terakhir adalah di Pangkalan Banteng untuk mengantisipasi masuknya dari Palangkaraya maupun dari Sampit, tegas Kapolres AKBP Devy Firmansyah.
Lanjut Kapolres, karena berdasarkan kemasan laporan yang terkonfirmasi omicron itu dari provinsi Palangkaraya, Sampit, dan juga kalau tidak salah dari Murung Raya.
Kita harus mengantisipasi terlebih dahulu, sekarang kita tingkatkan lagi sosialisasi ditempat wisata kemudian juga pembatasan 50 persen, kemudian kita juga tetep masih melaksanakan penyemprotan, pungkasnya. (Yusbob)









