Video Conference (Vicon) Perkembangan Situasi Karhutla bersama Pangdam XII/Tambun Bungai di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Seruyan, Selasa (13/10/2026). (Ist/Yasir)
Kotawaringin News, Seruyan – Pemerintah Kabupaten Seruyan membuka peluang menambah posko khusus di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah memperkuat pengawasan selama musim kemarau.
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda mengatakan, sistem pengawasan dan kesiapsiagaan selama 24 jam pada prinsipnya telah berjalan melalui koordinasi pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri, BPBD, dan Satpol PP.
Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan untuk memastikan sistem yang berjalan mampu menjangkau titik-titik rawan secara efektif.
“Secara prinsip pengawasan 24 jam sudah berjalan. Namun, sesuai arahan Pangdam, kita akan evaluasi kembali. Jika memang diperlukan pembangunan posko-posko khusus di area tertentu yang rawan, tentu akan segera kita laksanakan sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini,” ujar Ahmad Selanorwanda.
Pernyataan tersebut disampaikannya usai mengikuti Video Conference (Vicon) Perkembangan Situasi Karhutla bersama Pangdam XII/Tambun Bungai di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Seruyan, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, evaluasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus mempercepat respons ketika ditemukan titik api. Keberadaan posko yang ditempatkan secara tepat diharapkan dapat mendukung mobilisasi personel dan pelaksanaan pemadaman sedini mungkin.
Selain evaluasi posko, Pemkab Seruyan juga menyatakan kesiapan menindaklanjuti program penanganan bencana dari TNI melalui koordinasi teknis dengan Komandan Kodim setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Selanorwanda turut didampingi Plh. Sekda Seruyan dr. Bahrun Abbas, unsur Forkopimda, dan kepala OPD terkait.
Pemerintah daerah berharap penguatan kesiapsiagaan, evaluasi berkala, serta koordinasi lintas sektor dapat meningkatkan kemampuan penanganan karhutla di Kabupaten Seruyan, terlebih di tengah prediksi musim kemarau yang masih berlangsung cukup panjang. (Ys/K2)



