
Acara Pengukuhan Bunda Literasi Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Seruyan di Lapangan Tenis Indoor, Selasa (15/09/2026). (Ist/Yasir)
Kotawaringin News, Seruyan – Perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat semakin mudah menerima berbagai informasi. Namun, kemudahan tersebut juga menuntut kemampuan untuk memilah mana informasi yang benar dan mana yang perlu dipertanyakan.
Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda mengingatkan masyarakat agar tidak memaknai literasi hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya, literasi harus diikuti dengan kecermatan dalam memahami informasi serta kemampuan berpikir kritis.
Pesan tersebut disampaikan Ahmad saat memberikan sambutan pada Pengukuhan Bunda Literasi Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Seruyan di Lapangan Tenis Indoor, Selasa (15/09/2026).
“Literasi bukan hanya bagaimana kita bisa membaca, tetapi bagaimana kita teliti dan cermat dalam membaca informasi serta mampu berpikir kritis,” tegasnya.
Ia menilai derasnya arus informasi di era digital membuat masyarakat harus memiliki kemampuan menyaring informasi secara bijak. Sebab, tidak seluruh informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.
Bagi Ahmad, masyarakat dengan tingkat literasi yang baik akan lebih mampu memahami informasi, menentukan sikap, mengambil keputusan secara tepat, sekaligus beradaptasi menghadapi perubahan zaman.
Karena itu, pengukuhan Bunda Literasi tingkat kecamatan diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Peran tersebut harus diterjemahkan melalui berbagai kegiatan yang mampu membangun budaya membaca sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami informasi.
“Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bumi Gawi Hatantiring,” ujarnya.
Pemkab Seruyan berharap gerakan literasi dapat terus diperkuat hingga tingkat masyarakat. Dengan demikian, budaya membaca tidak hanya tumbuh, tetapi juga melahirkan masyarakat yang lebih cerdas, kritis dan bijaksana dalam menyikapi berbagai informasi. (Ys/K2)







