
Kotawaringin News, Lamandau – Kamis (27/5/2021), Bupati Lamandau H. Hendra Lesmana ikuti Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota bersama Mendagri di Aula Jayang Tingang Setda Prov. Kalteng.
Rapat Koordinasi ini juga di ikuti oleh Wakil Bupati Lamandau Riko Porwanto dengan didampingi Sekda, Kepala Bappeda, Inspektur dan Kepala BKD di Aula Setda Kab. Lamandau secara virtual.
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan oleh Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, menjelaskan mengenai perkembangan kasus Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi di Kalteng. Covid-19 di Kalteng masih cenderung meningkat, sehingga perlu ditekankan kembali prokes di daerah Kalteng. Tetapi untuk ketersediaan kamar rawat (BOR) masih dalam angka aman.
Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2020 -1,40%. “Kami optimis tahun 2021 ini pertumbuhan ekonomi di Kalteng meningkat. Karena sudah ada geliat ekonomi menuju ke arah positif. Untuk APBD pun kami masih refocusing untuk penanganan Covid-19. Diharapkan tahun 2021 Covid-19 dapat ditangani dan ekonomi tumbuh positif,” ucap Wakl Gubernur Kalteng.
Acara selanjutnya yaitu mendengarkan paparan dari Mendagri. Mendagri menjelaskan bahwa dengan adanya pandemi Covid-19, memberikan efek domino terhadap kemanusiaan, sosial, dan ekonomi. Ini juga mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 -0,74%. “Meskipun pertumbuhan ekonomi kita minus di tahun 2020, tetapi kita harus optimis dan bangkit bersama untuk dapat positif di tahun 2021. Target ekonomi di Q2 2021 adalah 7% dan sampai saat ini perekonomian telah mencapai angka 5%,” ucap Mendagri, Tito Karnavian.
“Berdasarkan data APBD 2021, Kab. Lamandau menduduki peringkat kedua terbaik se Kalteng dengan 23,34%. Ini saya apresiasi dengan baik untuk Kab. Lamandau yang telah mencapai posisi tersebut,” apresiasi Mendagri kepada Kab. Lamandau.
Tahun 2021 kita masih mengalami pandemi Covid-19. Diharapkan seluruh pihak baik Pemprov, Pemda, TNI/Polri dapat saling bersinergi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kita memiliki strategi utama penanganan Covid-19 selain 5M dan 3T yaitu mengurangi dan menekan kasus aktif, mengurangi dan menekan kematian, meningkatkan kesembuhan, serta menjaga ketersediaan tempat tidur (BOR),” lanjut Mendagri.
“Dengan apa yang telah saya paparkan, diharapkan tahun 2021 ini kita bisa bersama menekan angka positif Covid-19 dan bersama pula kita dapat menumbuhkan ekonomi menuju arah yang lebih baik,” tutup Mendagri dalam sambutannya. (S/BH/K2)










