
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Mangrove yang di tanam di Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar) beberapa tahun silam terbukti dan efektif mampu menghalau abrasi dan banjir rob, Kamis (16/12/2021).
Banjir rob yang melanda Kecamatan Kumai beberapa hari lalu tertahan oleh mangrove, rumah penduduk maupun fasilitas publik yang berada tepat di belakang tanaman itu cenderung aman saat terjadi cuaca ekstrem.
Menyikapi hal ini, Bupati Kobar, Nurhidayah, menyatakan pemerintah daerah akan berupaya maksimal melakukan mitigasi bencana guna sebagai antisipasi kemungkinan musibah tidak terulang.
Selain membangun pemecah ombak, Bupati Nurhidayah juga mendorong agar program penanaman mangrove di pesisir pantai kembali digalakan.
Ia menjelaskan, tanaman mangrove memiliki berbagai manfaat dalam menjaga kelestarian ekosistem. Ketika gelombang pasang terjadi, mangrove menjadi benteng alami.
“Mangrove ini punya beberapa kelebihan, salah satunya menahan abrasi dan gelombang laut yang bisa membahayakan keselamatan masyarakat,” jelas Bupati.
Di samping itu, hutan mangrove juga potensial digunakan sebagai lokasi wisata dan tempat budidaya kepiting bakau.
“Dari sisi ekonomisnya, mangrive juga bisa kita jadikan lokasi destinasi wisata. Dan juga kita bisa mengembangkan budidaya kepiting.
Bupati Kobar juga menambahkan, manfaat mangrove ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat pesisir agar tidak ada lagi penolakan ke depannya, pungkasnya. (Yusbob)







