
Kotawaringin News, Lamandau – Rabu (17/3/2021), Bupati Lamandau membuka kegiatan Pelatihan Petani “Teknologi Budidaya Padi Sawah Lahan Gambut” di Desa Batu Kotam Kecamatan Bulik. Kegiatan ini dihadiri Ketua DPRD Lamandau, Sekretaris Daerah Kabupaten Lamandau, beberapa OPD terkait, perwakilan dari dunia usaha dan petani peserta pelatihan.
⠀
Sawah di lahan Gambut Desa Batu Kotam memiliki luasan lahan 123 Hektar dan telah tersedia lumbung padi, lantai jemur dan UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik). Namun permasalahan lahan Gambut adalah kedalamannya yang mencapai 1-4 meter, tingkat kemasaman tinggi dan penataan irigasi dan drainase yang belum operasional dengan baik menjadi kendala petani dalam budidaya Padi di lahan tersebut.
⠀
Dengan diadakannya kegiatan pelatihan ini, diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan petani lahan Sawah di Desa Batu Kotam serta menggeliatkan kembali semangat para petani.
Dr. Susilawati, S.P., M.S.i dari BPTP Kalimantan Tengah sebagai narasumber telah menyampaikan beberapa saran terkait permasalahan tata kelola air di lahan gambut, pemberian bahan pembenah tanah seperti kapur, pupuk organik maupun anorganik untuk menaikkan pH tanah dan menambah nutrisi pada tanah.
⠀
Bupati Lamandau mengatakan dalam sambutannya bahwa Desa Batu Kotam dapat menjadi desa yang mandiri karena memiliki potensi Pertanian yang besar apalagi dekat Ibukota Kabupaten tentu pemasaran hasil pertanian akan mudah dan terjangkau aksesnya, seperti halnya selama ini desa Batu Kotam telah menjadi Desa Penghasil Ikan Asin.
⠀
Bupati juga berterima kasih kepada para Narasumber, “Terima kasih kepada Ibu Dr. Susilawati, S.P., M.Si dan tim dari BPTP Kalimantan Tengah yang telah menjadi narasumber Pelatihan ini, semoga komunikasi dan koordinasi terus terjalin untuk keberhasilan dan kemandirian petani dalam usaha pertanian terutama padi sawah yang berkelanjutan,” tutup Bupati.
Pada presentasinya Dr. Susilawati, S.P., M.Si memotivasi para petani Desa Batu Kotam dengan menampilkan lahan pertanian dengan permasalahan lahan Gambut di tempat lain, yang mampu menghasilkan produk pertanian yang bagus. Yang terpenting adalah semangat dan komitmen dari petani untuk semaksimal mungkin dalam budidaya padi sawah di lahan gambut. (S/BH/K2)










