
Foto : Ilustrasi
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Lokalisasi yang ada di Kotawaringin Barat ditutup oleh Pemerintah daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, yang kala itu semua PSK di Kembalikan ke daerah asal, Kabupaten Kotawaringin Barat seperti terbebas dari cerita prostitusi.
Setelah hampir sekian tahun berlalu, cerita tentang prostitusi di Kobar ternyata belum juga mati. Bahkan di masa pandemi Covid-19 saat ini, dunia prostitusi di Kobar masih tumbuh subur, Sabtu (12/6/2021).
Berdasarkan hasil pantauan awak media di lapangan ternyata bisnis esek-esek ini masih marak, bukan saja di lokalisasi yang dulu pernah di gusur, dan kini bersemi lagi, akan tetapi dibarakan-barakan juga ada.
Rasa penasaran dari awak media mencari tahu kebenaran dan keberadaan bisnis lendir ini ternyata benar adanya bahkan sempat berbincang dengan salah satu PSK.
LD adalah perempuan yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK). “Lokalisasi dan prostitusi di sini adalah ruh dan tubuh. Kini Kalimati dan Simpang Kodok seperti hantu, bergerak tanpa wujud,” kata dia.
Dari LD tersebut, banyak informasi terkuak dari bisnis lendir terselubung di Kalimati dan Simpang Kodok . Mulai dari cara menggaet tamu, kehidupan PSK dan muncikari, tarif, tempat kencan, razia, maupun kondisi sosial.
Di awal wawancara, kami memancing pertanyaan pada LD tentang cerita kehidupan prostitusi di lokalisasi saat ini. LD menjelaskan jika saat ini aktivitas prostitusi secara nyata memang tidak ada. Tapi kebanyakan PSK yang pernah kerja di bekas wisma yang jadi tempat prostitusi.
“Mereka (bekas PSK) dijadikan oleh muncikari untuk bekerja lagi. Tapi tentunya dengan persetujuan anaknya karena kebanyakan kan ngasih nomer telepon ke para muncikari. Kalau ada tamu saya siap dihubungi.” ungkap LD.
Untuk razia oleh aparat , kata LD, biasanya hanya dilakukan pada hari atau momen tertentu. Misalnya saat menjelang Puasa Ramadhan, 17 Agustus, atau Idul Adha. “Kalau hari-hari biasa, gak ada (razia),” ujarnya.
Para PSK saat ini juga tidak ada yang bekerja formal. Mereka tinggal di kost dan hanya bekerja malam hari sebagai PSK. “Kalau siang hanya di kost. Nyaris tanpa pekerjaan. Hanya mengandalkan kenalan dan dapat telepon dari kenalan. Kalau malam aja cari pendapatan sampingan,” ujar LD. (Yusbob)









