oleh

Biaya operasi pemisahan kembar siam M. Abdullah dan M. Ibrahim Rp 500 juta

Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Operasi pemisahan kembar siam dempet dada dan perut, Muhammad Abdullah dan Muhammad Ibrahim asal Desa Sungai Kuning, Kecamatan Pangkalan Banteng di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada (14/9/2021), berjalan lancar dan sukses, menelan biaya Rp 500 juta.

Berkat gotong royong semua pihak di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), proses operasi pemisahan balita kembar dempet dada tersebut berjalan lancar dan sukses.

Pada, Jumat, (26/11), balita yang lahir di RSUD Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun 4 Januari 2020 pukul 10.45 WIB ini kembali ke Kabupaten Kobar bersama ibunya, Istikharoh dan pendamping lainnya. Bayi tersebut dalam kondisi sehat.

Saat dikonfirmasi Direktur RSSI dr Fachruddin mengatakan, biaya operasi pemisahan, perawatan hingga kembali ke Kabupaten Kobar ditanggung secara gotong royong oleh semua pihak, Sabtu (27/11/2021).

“Berbagai pihak yang peduli, turut serta mengumpulkan dana agar operasi pemisahan balita tersebut bisa dilakukan”.

Biaya operasi pemisahan dan operasional pendamping dalam proses penyembuhan balita tersebut ditanggung oleh BPJS Kesehatan, Yayasan Buddha Tzu Chi, Pemkab Kobar serta masyarakat yang berempati pada balita kembar tersebut, kata Fachruddin.

Sementara salah seorang pendamping dari Yayasan Buddha Tzu Chi, dr Gerry Juliansyah mengatakan, operasi pemisahan balita tersebut di RSCM menelan biaya Rp 500 juta.

Selain ditanggung pihak BPJS, yayasan kami, bersama masyarakat Kobar juga turut peduli untuk turut berdonasi agar operasi pemisahan ini bisa berjalan lancar.

Syukurlah operasi pemisahan berhasil dilakukan dan saat ini kedua balita sudah bisa kembali ke Kobar,” kata Gerry Juliansyah.

Sebelumnya diberitakan, balita kembar tersebut dilahirkan ibunya yaitu Istikharoh di RSSI dengan kondisi ketuban pecah terlebih dahulu.

Ia diantar oleh petugas medis dari klinik lain dan diketahui kehamilannya gemeli atau mengandung anak kembar, masing-masing bayi memiliki kelamin dan anus.

Kondisi kembar siam menempel bagian dada dan perut baru diketahui setelah dilakukan operasi. Saat lahir, diketahui sepasang bayi tersebut terdapat dalam 1 ketuban, 2 pusar dan 1 plasenta.

Dari pemeriksaan lanjutan, diketahui kondisi fisik balita kembar siam dianggap baik, organ jantung berfungsi normal meski letaknya agak ke kanan.

Organ tubuh yang menempel selain kulit luar adalah bagian hati. Namun, hal itu masih bisa dilakukan tindakam operasi pemisahan.

Setelah kondisinya dianggap memungkinkan, balita kembar siam tersebut kemudian dipisahkan melalui proses operasi selama 13,5 jam oleh 20 orang dokter spesialis dari berbagai disiplin ilmu di RSCM, 14 September 2021.

Pascaoperasi, balita tersebut menjalani perawatan di RSCM sekitar 1 bulan dan 2 bulan mengikuti program rawat jalan. Selama proses rawat jalan, balita kembar dan keluarga serta pendamping ditempatkan di apartemen yang berlokasi dekat dengan RSCM. (Yusbob)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed