
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah atau SKW II Pangkalan Bun, menerima laporan warga seekor Beruang Madu masuk di permukiman warga, Senin (16/8/2021) jam 07.49 wib
Konflik satwa liar dengan penduduk terjadi di wilayah Kelurahan Baru tepatnya di SDN 6 Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat. Di tempat itu muncul beruang madu liar yang meresahkan warga.
Keberadaan beruang itu dilaporkan ke
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Wilayah atau SKW II Pangkalan Bun. Atas laporan itu, petugas akan memasang perangkap untuk mengevakuasi satwa dilindungi tersebut.
“Tim langsung melakukan pengecekan lokasi serta berkoordinasi dengan warga. Tim juga melakukan penelusuran di pemukiman bahkan hingga ke kebun sawit masyarakat serta semak belukar,” ujar Kepala BKSDA SKW II Pangkalan Bun Dendi Setiadi, via WhatsApp, Senin (16/8/2021), Pagi.
Dari hasil penelusuran itu, kata Dendi warga sempat melihat seekor beruang madu yang bersembunyi di balik pepohonan. “Sudah kita lakukan penggiringan, namun beruang tersebut masih bertahan di lokasi,” jelasnya.
Menurutnya, ada kemungkinan beruang yang bulan lalu muncul di Lanud Iskandar, karena msh satu hamparan hutan dengan lanud.
Lanjut Dendi Setiadi di sana masih satu hamparan dan memang habitatnya beruang,” terangnya.
Perangkap kita dipasang
1. Pangkalan banteng
2. Desa baamang sampit
3. Lanud iskandar
Kalau memungkinkan akan kita pasang memang beruang satwa selalu berpindah-pindah melintas. Ada kemunkinan makanan di habitatnya terbatas, tandasnya. (Yusbob)









