
Karhutla yang terjadi di Tatas Rt 26 kelurahan Baru.
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Fokus menangani Covid-19 terbagi justru saat puncak-puncaknya. Menjelang musim kemarau, Pemerintah Daerah Kotawaringin Barat bersama instansi terkait terus berjibaku dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sama seperti tahun lalu, yang menjadi fokus mereka ialah daerah gambut di sekitaran wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (28/2/2021).
Belum usai mengantisipasi karhutla di Jalan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama (Kolam) km 12, karhutla kembali terjadi di Tatas Rt 26 kelurahan Baru, di Tatas tim Satgas Karhutla yang terdiri dari TNI-POLRI, Damkar, BPBD, PMI, dan Karang Taruna terus berjibaku memadamkan Karhutla di dua lokasi berbeda tersebut.

Menurut Bupati Kobar Nurhidayah, pada Sabtu (27/2), kemarin, saat dikonfirmasi Kobar termasuk wilayah rawan bencana, baik banjir maupun Karhutla, karena bencana tersebut selalu terjadi setiap tahunnya, saat ini ditengah Pandemi Covid-19, kita kembali dihadang bencana Karhutla, dan karena telah muncul titik Hot spot maka Kobar saat ini telah meningkatkan status siaga bencana Karhutla, ” Kata Nurhidayah,
Lanjut Bupati, untuk penanganan Karhutla yang kini terjadi Tim gabungan terus melakukan pemadaman agar api tidak meluas, selain itu juga Tim melakukan berbagai rekayasa dalam pemadaman, mengingat lokasi yang sangat sulit terjangkau di jalan Kolam ini.
Musibah Karhutla di tengah Pandemi Covid-19 sangat terasa dan hal itu sangat berdampak pada seluruh aspek kehidupan, untuk itu Bupati mengajak masyarakat untuk mendukung dan berperan aktif dalam pencegahan Karhutla.
Dia mengungkapkan, untuk mencegah karhutla kembali meluas. Pihaknya bakal kembali merendam kawasan gambut yang ada di wilayah Kobar. (yusbob)







