
Seekor buaya yang berhasil ditangap oleh warga dan langsung diserahkan ke BKSDA. Buaya tersebut langsung di lestarikan ke Suaka Margasatwa Lamandau.
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Kenservasi Wilayah II Pangkalan Bun meminta masyarakat Kumai mengurangi aktivitas di sungai. Hal ini lantaran sering ada penampakan buaya di Sungai, Sabtu (23/1/2021).
Hal ini disampaikan oleh Kepala BKSDA SKW II Pangkalan Bun Dendi Setiadi, belakangan ini banyak laporan penampakan buaya di Sungai Kumai.
“Dengan adanya laporan warga, langsung kita tindaklanjuti dengan pemasangan spanduk dan peringatan agar warga waspada ketika beraktivitas di sungai,” kata Dendi Setiadi.
Menurutnya masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di sungai terutama saat malam hari. “Pada siang hari tentu bisa dilihat. Namun pada malam hari, jarak pandang terbatas, maka aktivitas di sungai agar dihindari.
dia menyebut Sungai Kapitan dan Sungai Kumai merupakan tempat habitat Buaya Muara. Buaya Muara sendiri terbilang buaya yang ganas. Buaya tersebut bisa tumbuh besar dengan panjang mencapai 7 meter lebih.
“Memang baru ini ada warga yang menangkap buaya dan langsung diserahkan ke kami. Buaya tersebut langsung kami lepasliarkan di Suaka Margasatwa Lamandau,”imbuhnya.
Jangan sampai kejadian di Sampit terulang di Kobar. Maka harus selalu berhati-hati, karena kebiasaan mandi dan berenang di Sungai masih terjadi,” pungkasnya. (yusbob)









