Ketua DPRD Kabupaten Seruyan, Zuli Eko Prasetyo. (Ist/Yasir)
Kotawaringin News, Seruyan – Ketua DPRD Kabupaten Seruyan, Zuli Eko Prasetyo, menilai Bandara Kapten Mulyono di Kuala Pembuang berpotensi menjadi alternatif penerbangan ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional bandara lain di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, gangguan kabut asap dapat berdampak langsung terhadap kelancaran transportasi udara. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan penerbangan mengalami keterlambatan hingga pembatalan apabila jarak pandang tidak memenuhi persyaratan keselamatan.
“Ketika kabut asap mengganggu operasional penerbangan di sejumlah daerah, keberadaan bandara alternatif menjadi penting untuk diperhatikan. Bandara Kapten Mulyono memiliki potensi yang perlu dikembangkan agar dapat mendukung konektivitas udara,” ujar Zuli Eko.
Ia menjelaskan, gangguan penerbangan tidak hanya berdampak terhadap mobilitas penumpang, tetapi juga dapat menghambat perjalanan dinas pemerintahan serta berbagai kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dalam situasi tersebut, pengembangan bandara di Kuala Pembuang dinilai dapat menjadi salah satu upaya memperkuat kesiapan transportasi udara di Kalimantan Tengah. Namun, pemanfaatannya tetap harus memperhatikan kondisi cuaca, keselamatan, serta kelayakan operasional penerbangan.
“Potensi ini jangan sampai diabaikan. Infrastruktur dan fasilitas bandara perlu ditingkatkan supaya pelayanan dapat berjalan lebih optimal, tentunya dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan,” katanya.
Zuli Eko berharap pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap pengembangan Bandara Kapten Mulyono, terutama dalam peningkatan infrastruktur dan fasilitas pendukung.
Ia menilai, dukungan tersebut penting agar bandara dapat memperkuat konektivitas udara sekaligus memberikan alternatif akses transportasi ketika karhutla mengganggu penerbangan di wilayah lain. (Ys/K2)



