Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Seruyan, Harsandi. (Ist/Yasir)
Kotawaringin News, Seruyan – Insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang merembet ke kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Seruyan, menjadi bahan evaluasi terhadap kesiapsiagaan penanganan kebakaran di lingkungan pemerintah daerah.
Seperti diketahui, api yang membakar lahan gambut tersebut berdampak pada bangunan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), di mana bagian dinding dan plafon terkena dampak kebakaran.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Seruyan, Harsandi, mendorong agar setiap organisasi perangkat daerah (OPD) memiliki mesin pompa air sendiri untuk mempercepat penanganan kebakaran sebelum api meluas dan mengancam bangunan.
Menurut Harsandi, ketersediaan peralatan pemadam mandiri menjadi penting, terutama ketika kebakaran terjadi di sekitar kawasan perkantoran yang memiliki vegetasi rimbun dan berpotensi mudah terbakar.
“Mulai tadi malam sudah kita bahas dalam rapat, termasuk pembahasan APBD dan rapat penanganan insiden ini. Kita upayakan agar setiap dinas memiliki mesin pompa air sendiri untuk mengantisipasi potensi kebakaran di lingkungan mereka,” kata Harsandi saat diwawancarai usai Rapat Paripurna ke-8 DPRD Kabupaten Seruyan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Kuala Pembuang, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, keterbatasan pasokan dan akses air ketika proses pemadaman berlangsung menjadi salah satu aspek yang perlu dievaluasi. Karena itu, penanganan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan respons setelah api membesar, tetapi harus didukung kesiapan sarana di masing-masing instansi.
DPRD, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepala daerah sejak Minggu malam setelah kebakaran terjadi pada Minggu (18/10/2026) sore.
Dalam peristiwa tersebut, api sempat menjalar hingga ke gedung Disnaker dan merusak bagian dinding serta plafon bangunan.
Harsandi berharap usulan penyediaan mesin pompa air bagi setiap dinas dapat menjadi bagian dari langkah konkret memperkuat mitigasi kebakaran, termasuk melalui pembahasan kebutuhan anggaran daerah.
Dengan tersedianya peralatan pemadam dan akses sumber air yang memadai, kebakaran berskala kecil di sekitar kantor diharapkan dapat segera ditangani secara mandiri sembari menunggu bantuan petugas pemadam kebakaran.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kerusakan terhadap fasilitas pemerintah maupun membahayakan keselamatan pegawai. (Ys/K2)



