
Salah satu bangunan Sekolah Rakyat (SR) yang bersejarah terletak di Jalan Gusti Abdullah RT.01 Kelurahan Raja Seberang direncanakan bakal dijadikan museum.
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Salah satu bangunan Sekolah Rakyat (SR) yang bersejarah terletak di Jalan Gusti Abdullah RT.01 Kelurahan Raja Seberang direncanakan bakal dijadikan museum.
Hal ini disampaikan oleh Lurah Raja Seberang, Guntur Setyawan usai melakukan tinjauan dan melakukan pertemuan dengan tokoh setempat, Selasa (30/3/2021).

Guntur mengatakan, pihaknya saat akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan kepemilikan aset atas bangunan yang sarat sejarah itu, dan menghasilkan anak didik yang luar biasa.
Lanjut Guntur, tadi pagi kita sudah lakukan peninjauan dan kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, khususnya tokoh-tokoh Tionghoa yang memahami sejarahnya.
“Nanti itu kami juga koordinasikan dengan pihak Pemkab Kobar. Perlu di ketahui dulu masuk aset daerah atau belum. Ini yang perlu ditelusuri dan kita pahami,” ungkap Guntur Setyawan.
Pihaknya berharap rencana tersebut dapat terealisasi guna meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi warga setempat, nantinya dapat meningkatkan sektor pariwisata yang tentunya berimbas pada sektor UMKM, jelas Guntur.
Setelah memastikan kepemilikan aset, terang Guntur, pihaknya akan berkoordinasi dengan Masyarakat Tionghoa yang ada di Kobar perihal rencana pembangunan museum kedepannya.
“Langkah pertama kami melihat status asetnya dulu mas, setelah itu baru ke arah koordinasi dengan Tokoh Masyarakat Tionghoa,” imbuhnya.
Seperti diketahui, bangunan kuno bergaya arsitektur khas China dan Eropa ini dulunya merupakan sekolah rakyat. Putra putri Tionghoa sejak masa kesultanan mayoritas pernah menempuh pendidikan di tempat ini.
Menanggapi hal ini, salah satu tokoh Tionghoa Hartono Liem, menyebutkan dirinya mendukung gagasan tersebut, asal bentuk bangunan nya jangan sampai dirubah, maksudnya biarkan asli seperti itu, ucapnya via WhatsApp.
Sementara itu, salah satu mantan murid yang saat ini duduk sebagai Anggota DPR RI Mukhtarudin, mengatakan, dirinya mendukung apa yang diinginkan pemerintah desa, asalkan harus ada komunikasi dari Pemkab Kobar, DPRD Kobar dan Tokoh-tokoh Tionghoa.
Kalau ini sudah di komunikasikan dengan baik, insyaallah akan berdampak baik, terutama dari sisi sejarahnya, terang Mukhtarudin. (Yusbob)







